14 Rumah Sakit dan 3 Klinik di Bali Layani Wisata Medis
BMTA menyebut 14 rumah sakit dan tiga klinik di Bali sudah melayani wisata medis, dengan layanan unggulan mulai dari jantung, kanker, mata, ortopedi, hingga fertilitas.
Oleh Asyinta Sastra
Editor: Mursyid Sonsang
· 3 menit baca
Badung — Ketua Bali Medical Tourism Association (BMTA) I Gede Wiryana Patrajaya menyebut 14 rumah sakit dan tiga klinik di Bali telah masuk skema wisata medis. Dari total 72 rumah sakit di Bali, enam di antaranya milik pemerintah dan delapan swasta disebut sudah menyiapkan layanan unggulan yang berbeda-beda.
Daftar fasilitas yang disebut melayani wisata medis itu mencakup RSUP Prof. Ngoerah, RS Mata Bali Mandara, RS Bali Mandara, RS Bhayangkara, RS PTN Universitas Udayana, dan RS Mangusada Badung dari kelompok rumah sakit pemerintah. Dari rumah sakit swasta, BMTA menyebut RS Siloam, RS BIMC Nusa Dua, RS BIMC Kuta, RS Prima Medika, RS Bali Royal Hospital, RS Kasih Ibu Saba, RS Kasih Ibu Denpasar, dan RS Ramata.
Tiga klinik yang ikut disebut adalah Dental 911, Klinik Penta Medika, dan Klinik 221 Assist. Layanan yang ditawarkan, menurut BMTA, meliputi jantung, kanker, mata, ortopedi, hiperbarik, penyakit infeksi, kedaruratan, bedah, dan fertilitas.
Layanan unggulan
Untuk rumah sakit pemerintah, RSUP Prof. Ngoerah disebut menyiapkan layanan jantung. RS Mata Bali Mandara fokus pada layanan mata, sedangkan RS Bali Mandara disebut melayani kanker.
RS Bhayangkara menyediakan layanan hiperbarik. RS PTN Universitas Udayana melayani penyakit infeksi, sementara RS Mangusada Badung disebut mengembangkan layanan kanker dan jantung.
Di kelompok swasta, RS Siloam diarahkan untuk layanan ortopedi. RS BIMC Nusa Dua disebut menyediakan layanan kosmetik, sedangkan RS BIMC Kuta menangani layanan darurat.
RS Prima Medika memiliki layanan kanker. RS Bali Royal Hospital menawarkan bayi tabung dan bedah plastik. RS Kasih Ibu Saba menyediakan layanan hiperbarik, RS Kasih Ibu Denpasar memiliki layanan bedah saraf, dan RS Ramata berfokus pada layanan mata.
Dental 911 disebut menyediakan layanan gigi. Klinik Penta Medika dan Klinik 221 Assist melayani evakuasi.
RSUP Prof. Ngoerah juga telah memiliki layanan medis wisata yang tercatat di laman resmi Kementerian Kesehatan, dengan layanan unggulan bedah jantung, dermatologi estetika, kedokteran gigi estetika, dan pemeriksaan kesehatan. Rumah sakit itu sebelumnya juga diresmikan sebagai pusat wellness dan estetika yang menawarkan empat layanan unggulan: medical check-up, aesthetic dentistry, plastic surgery, dan dermaesthetic.
BMTA juga menyebut ada lima fasilitas kesehatan, terutama klinik estetik, yang sedang mengajukan diri untuk bergabung dalam skema wisata medis di Bali. Namun, nama kelima fasilitas itu tidak dirinci dalam keterangan yang tersedia.
Dorongan pengembangan wisata medis di Bali datang dari pemerintah pusat. Kementerian Kesehatan mendorong rumah sakit di Bali memperkuat layanan ini, sejalan dengan upaya menjadikan pulau itu destinasi wisata medis internasional.
Penguatan layanan juga terlihat dari pengembangan fasilitas di RSUP Prof. Ngoerah, termasuk pusat wellness dan estetika yang diresmikan pemerintah. Langkah ini menjadi bagian dari penataan layanan agar pasien dari dalam dan luar negeri dapat mengakses layanan kesehatan spesialis di Bali.
Dengan daftar yang disebut BMTA, Bali kini menempatkan rumah sakit pemerintah, rumah sakit swasta, dan klinik dalam satu ekosistem layanan wisata medis. Skema itu mengandalkan layanan unggulan masing-masing fasilitas untuk menarik pasien yang mencari perawatan tertentu sambil berada di Bali.
Daftar tersebut menunjukkan arah pengembangan wisata medis di Bali bergerak dari layanan umum menuju spesialisasi. Namun, rincian alur rujukan, paket biaya, dan mekanisme layanan per fasilitas tetap bergantung pada kebijakan masing-masing rumah sakit dan klinik.
Sumber
Berita berikutnya

Bupati Satria Lepas Peserta Fun Run Locatide Festival Nusa Penida
Bupati Klungkung I Made Satria melepas 112 peserta Fun Run 5 kilometer di Amarta Penida, Desa Sakti, Nusa Penida, Sabtu, 19 September 2026.

