Bali Setor Rp405,25 Miliar Pendapatan Visa ke Kas Negara
Bali menyetor sekitar Rp405,25 miliar ke kas negara dari pendapatan visa sepanjang semester I 2026. Pendapatan visa dan PNBP kategori lainnya turun dibandingkan 2025, sejalan dengan perlambatan kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali.
Oleh Asyinta Sastra
Editor: Mursyid Sonsang
· 4 menit baca
Denpasar — Bali menyetor sekitar Rp405,25 miliar ke kas negara dari pendapatan visa selama semester I 2026, berdasarkan data Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Bali.
Dalam siaran pers DJPb Bali tentang realisasi APBN di Provinsi Bali sampai 30 Juni 2026, Kepala Kanwil DJPb Bali Supendi menyebut pendapatan visa sebagai salah satu komponen utama penerimaan negara bukan pajak (PNBP) kategori lainnya di daerah itu.
Media bisnis lokal yang mengutip penjelasan Supendi merinci bahwa pendapatan visa Bali pada semester I 2026 mencapai Rp405,25 miliar. Menurut pemberitaan tersebut, porsi terbesar berasal dari layanan keimigrasian di wilayah Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Kabupaten Badung.
Dalam pemaparan yang sama, Supendi menjelaskan bahwa selain pendapatan visa, terdapat pos izin keimigrasian dan izin masuk kembali dengan realisasi sekitar Rp136,5 miliar atau 65,6 persen dari target tahunan Rp207,9 miliar.
Perbandingan dengan 2025 dan komposisi PNBP
Media lokal tersebut juga mencatat bahwa pendapatan visa di Bali pada semester I 2026 lebih rendah dibandingkan semester I 2025. Tahun lalu, penerimaan visa yang dikaitkan dengan Kantor Imigrasi Ngurah Rai dilaporkan sekitar Rp717,8 miliar pada periode yang sama.
Masih menurut data yang disampaikan Supendi, total PNBP kategori lainnya di Bali pada semester I 2026 mencapai sekitar Rp1,01 triliun, turun 21,53 persen dibandingkan semester I 2025 yang tercatat sekitar Rp1,29 triliun.
Sebaliknya, PNBP dari badan layanan umum (BLU) di wilayah Bali tumbuh positif. Realisasi PNBP BLU pada semester I 2026 dilaporkan sekitar Rp1,11 triliun, naik 22,34 persen dari sekitar Rp912 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Perbedaan laju pertumbuhan antara PNBP kategori lainnya dan PNBP BLU menunjukkan bahwa kinerja penerimaan negara di Bali tidak seragam di semua jenis layanan. DJPb Bali dalam siaran persnya menempatkan data PNBP ini sebagai bagian dari gambaran umum realisasi APBN dan APBD di provinsi tersebut sampai akhir Juni 2026.
Perkembangan kunjungan wisman ke Bali
Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali merilis data pariwisata yang menunjukkan tren kunjungan wisatawan mancanegara sepanjang awal 2026. Dalam laporan resmi yang dikutip sejumlah media, BPS Bali mencatat secara kumulatif 2.598.143 kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali sepanjang Januari–Mei 2026.
Angka kunjungan Januari–Mei 2026 itu turun 1,77 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025. BPS Bali menyebut sebagian besar kunjungan berlangsung melalui Bandara I Gusti Ngurah Rai, sementara sebagian kecil melalui pelabuhan laut.
Dalam pemberitaan radio dan harian lokal yang merujuk pernyataan Kepala BPS Bali, disebutkan bahwa jumlah kunjungan wisman ke Bali pada Mei 2026 mencapai 578.251 kunjungan, naik 4,50 persen dibandingkan April 2026, tetapi masih turun dibandingkan Mei 2025.
Data BPS Bali untuk periode Januari–Juni 2026 menunjukkan total 3.203.156 kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali, turun 2,42 persen dibandingkan periode yang sama 2025. Angka semester I 2026 ini menggambarkan perlambatan pertumbuhan kunjungan wisman dibandingkan tahun sebelumnya.
Kaitan penerimaan visa dan pariwisata
Pendapatan visa termasuk dalam PNBP layanan keimigrasian bagi warga negara asing yang datang ke Indonesia, dengan Bali sebagai salah satu destinasi utama. Pos ini sangat dipengaruhi oleh volume dan karakter kedatangan wisatawan mancanegara melalui pintu masuk udara dan laut.
Dengan kunjungan wisman ke Bali yang secara kumulatif Januari–Juni 2026 turun sekitar 2,42 persen dibandingkan tahun sebelumnya, tekanan terhadap pendapatan visa dan PNBP kategori lainnya di Bali tampak sejalan dengan perlambatan pertumbuhan pariwisata.
DJPb Bali menempatkan capaian PNBP, termasuk pendapatan visa dan izin keimigrasian, sebagai bagian dari evaluasi menyeluruh atas kinerja APBN di provinsi tersebut. Perkembangan ini menjadi salah satu indikator penting hubungan antara dinamika sektor pariwisata dan penerimaan negara di Bali.
Sumber
- DJPb Kemenkeu Kanwil Bali – Press Release: Realisasi APBN di Provinsi Bali s.d. 30 Juni 2026
- Bisnis Nusa – Bali Sumbang Rp405,25 Miliar dari Visa, ke Kas Negara
- RRI Denpasar – Kunjungan Wisman ke Bali Meningkat, Perjalanan Wisnus Tembus 2,3 Juta pada Mei 2026
- Bali Post – Kunjungan Wisman ke Bali Naik pada Mei 2026, Ini Negara yang Berkontribusi
- Detik Bali – BPS Catat Kunjungan Wisman ke Bali Turun 2,42 Persen
- Media Indonesia – BPS: Kunjungan Wisatawan Asing ke Bali Capai 3,2 Juta
Berita berikutnya

Bali Tourism Run 2026 Digelar di Jatiluwih, Target Peserta 2.000 Orang
Bali Tourism Run 2026 dipromosikan sebagai lari santai 5 kilometer di Jatiluwih, Tabanan, dalam rangka Jatiluwih Festival. Sejumlah laporan menyebut p…

