Awal Agustus, Stasiun Geofisika Denpasar Catat 16 Gempa di Bali
Stasiun Geofisika Denpasar mencatat 16 gempa bumi di Bali dan sekitarnya pada minggu pertama Agustus 2026, didominasi gempa dangkal bermagnitudo kecil.
Oleh Arsyid Muhamad
Editor: Mursyid Sonsang
· 3 menit baca
Denpasar — — Stasiun Geofisika Denpasar mencatat 16 kejadian gempa bumi di Bali dan wilayah sekitarnya pada minggu pertama Agustus 2026, dengan sebagian besar bermagnitudo kecil dan tidak dirasakan masyarakat.
Menurut Ahli Pertama Stasiun Geofisika Denpasar Muhammad Azany Harits, gempa yang tercatat pada periode itu didominasi gempa dangkal dengan magnitudo bervariasi antara 1,8 hingga 4,7.
Dari total 16 kejadian, 13 gempa atau sekitar 81 persen memiliki magnitudo di bawah 3, sedangkan tiga kejadian lainnya berada pada rentang magnitudo 3 hingga kurang dari 5.
Tidak ada gempa dengan magnitudo lebih dari 5 yang tercatat Stasiun Geofisika Denpasar selama minggu pertama Agustus 2026.
Distribusi kedalaman dan sumber gempa
Azany menjelaskan, berdasarkan kedalaman hiposenter, 10 gempa atau sekitar 62 persen terjadi pada kedalaman kurang dari 60 kilometer.
Enam kejadian lainnya dikategorikan sebagai gempa menengah dengan kedalaman 60 hingga 300 kilometer.
Stasiun Geofisika Denpasar tidak mencatat gempa dengan kedalaman lebih dari 300 kilometer pada periode tersebut.
Menurut analisis Stasiun Geofisika Denpasar yang disampaikan kepada RRI, 11 kejadian gempa bumi berada di selatan Jawa, Bali, dan Lombok dan diperkirakan berasosiasi dengan zona subduksi Indo-Australia–Eurasia.
Lima kejadian lainnya tersebar di Bali, Lombok, dan wilayah sekitarnya dan dikaitkan dengan sesar di belakang busur Flores (Flores Back Arc Thrust) serta aktivitas sesar aktif.
Azany menegaskan, selama minggu pertama Agustus 2026 tidak terdapat kejadian gempa bumi yang dirasakan masyarakat di wilayah Bali dan sekitarnya.
Arti pencatatan gempa kecil
Pencatatan gempa bermagnitudo kecil membantu Stasiun Geofisika Denpasar memetakan aktivitas kegempaan berdasarkan magnitudo, kedalaman, lokasi, dan dugaan sumbernya.
Data mingguan seperti rekap 16 kejadian pada awal Agustus menjadi bahan untuk mengidentifikasi pola di zona subduksi maupun sesar aktif yang memengaruhi Bali dan sekitarnya.
Bagi masyarakat, angka kejadian gempa tidak dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan bahwa gempa besar akan segera terjadi, melainkan sebagai gambaran aktivitas seismik yang sedang dipantau.
Gempa Laut Bali 18 Agustus 2026
Di luar rekap minggu pertama, BMKG melaporkan gempa tektonik di Laut Bali pada Selasa, 18 Agustus 2026, pukul 01.10.05 WIB.
Informasi awal BMKG mencatat magnitudo 5,1 dengan kedalaman 491 kilometer, yang kemudian dimutakhirkan menjadi magnitudo 5,0 pada kedalaman 505 kilometer.
BMKG menempatkan episenter gempa tersebut di laut pada koordinat 7,20° LS dan 117,14° BT, sekitar 135 kilometer timur laut Pulau Saringi, Nusa Tenggara Barat.
Dengan mempertimbangkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, BMKG menggolongkan kejadian tersebut sebagai gempa dalam yang berkaitan dengan deformasi di bagian dalam lempeng, dengan mekanisme sumber sesar normal oblik.
BMKG menyatakan gempa di Laut Bali pada 18 Agustus 2026 tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
Berdasarkan estimasi peta tingkat guncangan, BMKG mencatat intensitas maksimum IV MMI di Liukang Tangaya, Kabupaten Pangkajene Kepulauan; intensitas III MMI di Labuhan Badas, Sumbawa; dan intensitas II MMI di Pekat, Dompu.
Hingga pukul 01.35 WIB pada hari yang sama, hasil pemantauan BMKG tidak menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan di sekitar lokasi episenter.
Imbauan resmi BMKG
BMKG mengimbau masyarakat di sekitar Laut Bali dan wilayah yang merasakan guncangan untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
BMKG meminta warga menjauhi bangunan yang retak atau rusak akibat guncangan serta senantiasa mengikuti arahan pemerintah daerah dan lembaga penanggulangan bencana setempat.
Informasi resmi terkait gempa bumi dapat diakses melalui situs dan kanal resmi BMKG, termasuk layanan informasi kegempaan dan sistem peringatan dini tsunami.
Sumber
- RRI Denpasar – "Awal Agustus 2026, Belasan Gempa Guncang Bali namun Tidak Dirasakan Masyarakat"
- BMKG – "Gempa Bumi M5,1 – 151 km BaratLaut SUMBAWA-NTB"
- Riwara.id – "Laut Bali Diguncang Gempa M5,0 Hari Ini, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami"
- Unggahan X mengenai kutipan rilis BMKG tentang gempa Laut Bali 18 Agustus 2026
Berita berikutnya

KONI Klungkung Siapkan Sanksi Atlet Absen TC Fisik Bareng TNI
KONI Klungkung menyiapkan sanksi berupa pencoretan dari kontingen Porprov Bali 2027 bagi atlet dan cabang olahraga yang menolak mengikuti pemusatan la…

