Bali Aktual

Minggu, 20 September 2026

Atlas Pearls Revamp Tur Mutiara di Bali Utara

Atlas Pearls menata ulang showroom dan tur kebun mutiara di Penyabangan, Buleleng, dengan pengalaman edukatif tentang budidaya mutiara laut selatan dari pembenihan hingga panen, termasuk rencana pengembangan tur di atas air.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 4 menit baca

Buleleng — Atlas Pearls meresmikan kembali showroom dan fasilitas tur kebun mutiara di Jalan Nelayan, Desa Penyabangan, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng. Pembukaan kembali ruang pamer ini disertai perluasan pengalaman tur edukatif yang memperkenalkan proses budidaya mutiara laut selatan dari pembenihan hingga panen.

Menurut laporan sejumlah media perjalanan dan gaya hidup, Atlas Pearls menata ulang showroom Bali Utara dengan konsep yang menonjolkan edukasi mengenai perjalanan mutiara. Pengunjung diajak menyimak penjelasan tentang praktik budi daya yang diklaim berkelanjutan, sebelum mengunjungi area operasional kebun mutiara di belakang showroom.

Perusahaan menyebut lokasi Bali Utara sebagai salah satu tapak pembenihan yang berperan penting bagi operasi Atlas Pearls di Indonesia. Situs resmi Atlas Pearls menjelaskan bahwa farm North Bali yang berdiri sejak 2011 menjalankan program pemuliaan selektif dan pusat riset untuk memastikan produksi tiram Pinctada maxima menggunakan proses non-ekstraktif.

Tur kebun mutiara dan perjalanan empat tahun

Tur kebun mutiara di Penyabangan dipandu staf lokal yang bekerja di farm Atlas Pearls. Media yang meliput pembukaan kembali showroom menggambarkan rangkaian tur sebagai kesempatan melihat stasiun-stasiun kerja, mulai dari perawatan tiram, proses penyisipan inti, hingga pemanenan setelah masa budi daya.

Dalam beberapa laporan, Atlas Pearls menekankan bahwa satu butir mutiara membutuhkan perjalanan budi daya sekitar empat tahun. Informasi ini muncul konsisten dalam liputan farm tour dan materi promosi yang menjelaskan tahapan dari penyemaian, pemeliharaan di laut, sampai proses panen dan pengelompokan mutu mutiara.

Situs resmi perusahaan menyebut tur North Bali sebagai pengalaman edukatif yang memuat presentasi mengenai aktivitas hatchery, demonstrasi penyemaian atau panen, serta penjelasan proses pengelompokan mutiara laut selatan. Setelah tur, pengunjung diarahkan ke butik di lokasi farm untuk melihat koleksi perhiasan dan membeli mutiara langsung dari sumber.

Jam buka dan akses pengunjung

Atlas Pearls mencantumkan alamat farm North Bali di Jalan Nelayan, Penyabangan, Buleleng, dengan nomor kontak telepon dan WhatsApp +62 812 387 7012. Informasi ini sejalan dengan data yang disebut berbagai media perjalanan yang merekomendasikan kunjungan ke kebun mutiara tersebut.

Situs resmi Atlas Pearls menyebut jam operasional harian mulai sekitar pukul 09.30 hingga 17.00 WITA dan tutup pada hari libur nasional. Sejumlah panduan wisata lain menuliskan jam buka 08.00–17.00, tanpa menyebut pengecualian hari libur. Perbedaan ini membuat wisatawan disarankan memastikan jadwal kunjungan langsung kepada pengelola.

Beragam sumber menyebut tur farm dapat diikuti tanpa biaya masuk dan berlangsung sekitar 1,5 hingga 3 jam, termasuk sesi penjelasan, demonstrasi, dan kesempatan melihat koleksi perhiasan di showroom.

Pengalaman di atas air dan keberlanjutan

Liputan pembukaan kembali showroom Bali Utara menggambarkan adanya pengembangan tur di atas air menggunakan perahu. Dalam salah satu laporan perjalanan, Atlas Pearls mengajak tamu VIP menyusuri stasiun apung di laut, menyaksikan nelayan dan pekerja membersihkan serta merawat tiram yang sedang dibudidayakan.

Pengalaman di atas air itu disebut sebagai bagian dari tur farm yang akan tersedia bagi pengunjung dan dapat dipesan melalui kanal resmi Atlas Pearls. Namun, beberapa ulasan pelanggan menyatakan tur reguler tidak selalu mencakup sesi di atas air dan lebih berfokus pada penjelasan di darat serta demonstrasi penyemaian dan pengelompokan mutu mutiara.

Atlas Pearls di sejumlah pernyataan publik menyoroti komitmen terhadap keberlanjutan, konservasi laut, dan tanggung jawab sosial. Situs resmi perusahaan menjelaskan penggunaan proses non-ekstraktif serta peran tiram dalam menjaga kesehatan ekosistem laut. Detail indikator lingkungan atau verifikasi pihak independen atas klaim tersebut belum dijabarkan rinci dalam materi yang dapat diakses publik.

Koleksi Lunaris dan jaringan kebun

Pembukaan kembali showroom Bali Utara turut dimanfaatkan Atlas Pearls untuk memperkenalkan koleksi perhiasan baru. Salah satu laporan gaya hidup menyebut pengenalan koleksi yang menggunakan material mother of pearl dengan motif bunga khas Atlas, tersedia dalam pilihan logam emas dan perak.

Dalam dokumen korporat, Atlas Pearls menjelaskan jaringan usahanya yang meliputi sejumlah kebun mutiara di berbagai wilayah Indonesia. Farm North Bali di Penyabangan disebut sebagai salah satu tapak penting dalam rantai operasi perusahaan, terutama bagi pembenihan dan program riset.

Bagi wisatawan yang berkunjung ke Bali Utara, showroom dan kebun mutiara Atlas Pearls menawarkan kegiatan yang menggabungkan kunjungan ritel dengan pengenalan industri mutiara laut selatan. Pemesanan tur disarankan dilakukan terlebih dahulu untuk memastikan ketersediaan pemandu, pilihan paket kunjungan, serta jam operasional yang berlaku pada hari kunjungan.

Sumber

Berita berikutnya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.