Antrean BBM Karangasem Mengular hingga 2 Kilometer
Antrean kendaraan di sejumlah SPBU Karangasem mencapai 2 kilometer pada 15 Oktober 2026. Siswa belajar daring dan ASN bekerja dari rumah selama 15–17 Oktober.
Oleh Arsyid Muhamad
· 2 menit baca
Karangasem — Antrean kendaraan di sejumlah SPBU di Kabupaten Karangasem mencapai 2 kilometer pada Kamis, 15 Oktober 2026. Warga disebut mulai mengantre sejak pukul 04.00 WITA, meski SPBU belum buka. Antrean motor dan mobil menggunakan satu sisi jalan sehingga sempat menyebabkan kemacetan.
Gangguan pasokan bahan bakar minyak (BBM) juga berdampak pada aktivitas pemerintahan dan pendidikan. Pemerintah Kabupaten Karangasem menerapkan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) selama tiga hari, 15–17 Oktober 2026. Layanan yang berhubungan langsung dengan masyarakat, termasuk kedaruratan dan keamanan, tetap menjalankan tugas dari kantor.
Satuan pendidikan negeri dan swasta di Karangasem melaksanakan pembelajaran daring selama periode yang sama. Kebijakan ini mengikuti instruksi Pemerintah Provinsi Bali untuk menekan mobilitas warga agar penyediaan dan distribusi BBM tetap berjalan.
Antrean BBM mengubah perjalanan warga Karangasem
Bagi warga, perubahan paling langsung adalah waktu perjalanan dan akses menuju SPBU. Antrean dapat dimulai sebelum subuh, sementara kendaraan yang menunggu memakai sebagian badan jalan. Pengendara perlu memperhitungkan kemungkinan perlambatan lalu lintas dan memastikan kebutuhan BBM sebelum berangkat.
Pembelajaran dari rumah berlangsung selama tiga hari, sehingga siswa mengikuti materi dan tugas melalui sarana yang digunakan sekolah, termasuk WhatsApp dan Google Classroom. Tenaga pendidik tetap mengatur kegiatan belajar dari rumah masing-masing.
Kebijakan WFH tidak berlaku untuk semua unit kerja pemerintah. Perangkat daerah yang memberi pelayanan langsung, layanan kedaruratan, dan keamanan tetap bekerja dari kantor. Pengaturan ini ditujukan untuk mengurangi perjalanan tanpa menghentikan pelayanan publik.
Untuk pembaca pada 15–17 Oktober 2026, perubahan yang perlu diperhatikan adalah sekolah menjalankan pembelajaran daring, sebagian ASN bekerja dari rumah, dan perjalanan menuju SPBU dapat terhambat antrean hingga 2 kilometer.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini
Data Bali
Pertalite Bali Capai 4.239.187 KL hingga 30 September
Realisasi Pertalite Bali mencapai 4.239.187 kiloliter atau 74,4 persen kuota tahunan hingga 30 September 2026. Konsumsi BBM terbaru sekitar 5.700 kilo…
Terbaru di Kabupaten/Kota
Baca juga





