RRI Singaraja Angkat Pemanfaatan AI bagi UMKM Buleleng
Dialog UMKM Bicara Pro 1 RRI Singaraja pada 7 September 2026 membahas pemanfaatan kecerdasan buatan untuk membantu pelaku UMKM Buleleng bersaing di pasar digital, mulai dari pencarian ide, pembuatan konten promosi, hingga pemasaran.
Oleh Arsyid Muhamad
Editor: Mursyid Sonsang
· 3 menit baca
Singaraja — RRI Singaraja membahas pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Buleleng melalui program dialog UMKM Bicara Pro 1 di Studio Pro 1 RRI Singaraja pada Senin, 7 September 2026, dengan topik “Dari Warung ke Dunia Digital: Bagaimana AI Membantu UMKM Buleleng Berkembang”.
Dalam dialog itu, kecerdasan buatan diposisikan sebagai alat yang dapat membantu UMKM bersaing di pasar digital yang kian kompleks. Menurut laporan RRI, pemanfaatan AI dinilai membuka peluang baru bagi pelaku usaha lokal untuk mengembangkan usaha dari skala warung hingga menjangkau pasar yang lebih luas.
Ketua Inkubator Bisnis STIE Satya Dharma Singaraja, Komang Gita Krishna Murti, menjadi narasumber dalam program tersebut. Ia menjelaskan bahwa AI dapat membantu UMKM menjalankan berbagai pekerjaan usaha secara lebih efektif, mulai dari mencari ide, menyusun konten, hingga mendukung kegiatan pemasaran.
AI sebagai alat bantu UMKM
Dalam paparannya, Komang Gita menekankan bahwa pelaku UMKM tidak perlu melihat AI sebagai teknologi yang rumit, melainkan sebagai alat bantu untuk berkembang dan mengikuti perubahan pasar. Menurutnya, perkembangan teknologi dapat menjadi peluang bagi pelaku usaha untuk meningkatkan kemampuan dan daya saing usaha.
Ia menyebut, AI dapat dimanfaatkan untuk membantu pencarian ide pengembangan usaha, pembuatan konten promosi, hingga mendukung strategi pemasaran digital. Pemanfaatan tersebut diharapkan membuat pekerjaan usaha lebih efektif, sekaligus memberi nilai tambah bagi UMKM Buleleng di tengah pertumbuhan ekonomi digital.
Dalam dialog terpisah mengenai kehati-hatian menggunakan teknologi, Komang Gita juga mengingatkan agar pelaku UMKM tidak asal percaya pada hasil keluaran AI, terutama untuk materi promosi dan informasi produk. Ia menilai, teknologi perlu dipadukan dengan pemahaman atas karakter produk dan konsumen sehingga narasi usaha tetap sesuai kondisi lapangan.
Peluang dan konteks Buleleng
RRI melaporkan bahwa transformasi digital melalui AI menjadi salah satu solusi strategis bagi UMKM Buleleng untuk meningkatkan daya saing dan menjangkau pasar yang lebih luas. Perkembangan teknologi dipandang sebagai kesempatan bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produk melalui berbagai kanal digital dan memperkuat keberlangsungan usaha.
Di Buleleng, dorongan adaptasi terhadap teknologi digital juga muncul dalam kegiatan lain, seperti pelatihan pemasaran digital dan pemanfaatan media sosial bagi UMKM. Pendekatan ini memperlihatkan bahwa pembahasan AI di Pro 1 RRI Singaraja berada dalam konteks lebih luas mengenai digitalisasi usaha kecil di kabupaten tersebut.
Pemerintah daerah melalui dinas terkait sebelumnya juga menyelenggarakan pelatihan pembuatan katalog digital dan desain promosi produk menggunakan AI bagi puluhan pelaku UMKM di UPTD PLUT Buleleng. Pelatihan itu bertujuan meningkatkan kemampuan pelaku usaha memanfaatkan teknologi digital untuk mendukung pemasaran produk.
Penerapan disesuaikan kebutuhan usaha
Pernyataan Komang Gita dalam dialog UMKM Bicara Pro 1 menempatkan AI sebagai sarana pendukung, bukan pengganti seluruh proses pengambilan keputusan usaha. Pelaku UMKM tetap perlu menentukan identitas produk, sasaran pasar, dan informasi yang akurat sebelum memanfaatkan teknologi.
Materi promosi yang dibuat dengan bantuan AI, menurutnya, sebaiknya disesuaikan dengan karakter produk lokal agar tidak menghilangkan ciri khas dan cerita di balik usaha tersebut. AI justru dapat dipakai untuk memperkuat narasi produk, selama informasi yang diberikan ke sistem sesuai dengan kondisi nyata di lapangan.
Bagi pelaku UMKM, pembahasan di RRI Singaraja memberi gambaran awal bahwa pemanfaatan AI perlu diawali dengan mengenali kebutuhan usaha. Teknologi dapat diarahkan pada pekerjaan yang memerlukan dukungan, seperti menyusun ide, menyiapkan bahan konten, dan mengembangkan pemasaran digital, sejalan dengan dorongan agar UMKM Buleleng lebih adaptif terhadap transformasi teknologi.
Data utama
- Program: dialog UMKM Bicara Pro 1 RRI Singaraja.
- Waktu pelaksanaan: Senin, 7 September 2026.
- Topik: pemanfaatan AI untuk membantu UMKM Buleleng berkembang dari warung ke dunia digital.
- Narasumber: Komang Gita Krishna Murti, Ketua Inkubator Bisnis STIE Satya Dharma Singaraja.
Sumber
Berita berikutnya

KONI Klungkung Siapkan Sanksi Atlet Absen TC Fisik Bareng TNI
KONI Klungkung menyiapkan sanksi berupa pencoretan dari kontingen Porprov Bali 2027 bagi atlet dan cabang olahraga yang menolak mengikuti pemusatan la…

