Bali Aktual

Senin, 21 September 2026

Purnama Kapat 26 September 2026: Makna, Persembahyangan, dan Dana Punia

Purnama Kapat tahun 2026 jatuh pada Sabtu, 26 September 2026, saat bulan penuh dalam Sasih Kapat atau bulan keempat kalender Bali.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 4 menit baca

Buka foto ukuran besar. Foto arsip: A temple in Bali, Indonesia Prayers, puja, pooja in Hinduism.
Foto arsip: A temple in Bali, Indonesia Prayers, puja, pooja in Hinduism. · Foto: nik gaffney / Wikimedia Commons, CC BY-SA 2.0

DenpasarPurnama Kapat pada tahun 2026 jatuh pada Sabtu, 26 September 2026, bertepatan dengan bulan penuh dalam Sasih Kapat atau bulan keempat kalender Bali menurut sejumlah panduan kalender keagamaan Hindu.

Sejumlah kalender Bali menyebut 26 September 2026 sebagai hari Purnama Kapat, yakni Purnama yang berlangsung pada Sasih Kapat. Liputan6 dalam artikel tentang kalender Bali September 2026 merinci bahwa Purnama Kapat jatuh pada 26 September 2026 dan dijelaskan sebagai hari suci ketika bulan berada dalam fase penuh. Kalender daring kalenderbali.org juga mencatat 26 September 2026 sebagai Purnama dan menandainya sebagai Purnama Kapat dalam daftar Purnama-Tilem tahun 2026.

Artikel panduan kalender Bali 2026 yang diterbitkan Medcom.id mencantumkan Sabtu, 26 September 2026 sebagai Hari Purnama Kapat. Lokerbali.info dalam ulasan kalender Bali 2026 juga menyebut tanggal yang sama sebagai Hari Purnama Sasih Kapat. Sejumlah media lokal, termasuk Tribun Bali, menegaskan kembali bahwa Purnama Kapat diperingati umat Hindu pada Sabtu, 26 September 2026.

Makna Purnama Kapat dan Sasih Kapat

Dalam tradisi kalender Bali, Sasih Kapat dipahami sebagai bulan keempat dan disebut juga Kartika Masa. Tribun Bali dalam ulasan Purnama Kapat menjelaskan bahwa Sasih Kapat disebut Kartika Masa, masa ketika bunga-bunga sedang bermekaran, sehingga dikaitkan dengan kesuburan dan keindahan alam.

Tribun Bali mengutip Lontar Sundarigama yang menyebut Purnama sebagai payogan Sang Hyang Candra atau Sang Hyang Wulan, sedangkan Tilem dikaitkan dengan yoga Sang Hyang Surya. Dalam lontar itu disebutkan bahwa Purnama dan Tilem merupakan hari penyucian diri bagi Dewa Matahari dan Dewa Bulan yang juga disebut Sang Hyang Rwa Bhineda. Purnama digambarkan sebagai hari penyucian diri lahir batin, ketika umat dianjurkan meningkatkan bhakti dan mendekatkan diri kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa melalui persembahyangan dan pengendalian diri.

Purnama Kapat, sebagai Purnama yang berlangsung pada Sasih Kapat, dipandang sebagai kesempatan untuk menata kembali hubungan spiritual, menenangkan pikiran, melakukan introspeksi, dan memperkuat rasa syukur atas anugerah kehidupan. Sejumlah panduan kalender menjelaskan Purnama sebagai saat bulan penuh ketika umat memohon petunjuk dari “jalan terangnya cahaya semesta”.

Persembahyangan dan dana punia

Tribun Bali menguraikan bahwa pada hari Purnama, termasuk Purnama Kapat, umat dianjurkan melakukan penyucian diri lahir batin dengan mempersembahkan sesajen berupa canang wangi-wangi dan canang yasa kepada para dewa. Persembahyangan dilaksanakan di sanggah atau merajan keluarga serta di parahyangan, kemudian dilanjutkan dengan memohon air suci sebagai bagian dari proses penyucian.

Dalam artikel yang sama, Purnama juga disebut sebagai hari yang baik untuk melaksanakan dana punia atau sedekah. Dana punia dipaparkan sebagai wujud kepedulian dan penguatan rasa syukur melalui pemberian sukarela kepada pihak yang membutuhkan atau untuk menunjang kegiatan keagamaan. Liputan6 dan sejumlah panduan kalender Bali menekankan bahwa Purnama adalah momentum memohon bimbingan dan cahaya spiritual, sehingga kegiatan persembahyangan dan dana punia sering dikaitkan dengan upaya mendekatkan diri secara batin kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

Bentuk rinci sesajen, jumlah dana punia, serta tata cara pelaksanaannya dapat berbeda menurut dresta atau kebiasaan lokal di masing-masing desa adat dan pura. Panduan kalender Bali yang disusun berbagai lembaga menekankan fungsi Purnama sebagai hari suci, sementara aturan teknis pelaksanaan umumnya dirujuk kepada pemangku, sulinggih, atau lembaga keagamaan setempat.

Kedudukan Purnama dalam kehidupan keagamaan

Purnama merupakan salah satu hari penting dalam siklus waktu keagamaan umat Hindu Bali. Kalender Bali yang disusun oleh berbagai media dan lembaga lokal mengaitkan Purnama dengan fase bulan penuh, ketika umat meningkatkan sembahyang, melakukan upacara penyucian, dan memperkuat hubungan dengan alam dan sesama.

Purnama Kapat pada 26 September 2026 berada dalam rangkaian hari suci sepanjang bulan itu, bersama Tilem pada 11 September 2026, Kajeng Kliwon pada 25 September 2026, dan Buda Kliwon Ugu pada 30 September 2026. Dalam konteks tersebut, Purnama Kapat menjadi salah satu titik penting bagi umat Hindu untuk menata kembali laku spiritual melalui persembahyangan, penyucian diri, dan dana punia sesuai tuntunan pemuka agama dan tradisi setempat.

Sumber

Berita berikutnya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.