Purnama Kapat 26 September 2026: Makna, Persembahyangan, dan Dana Punia
Purnama Kapat tahun 2026 jatuh pada Sabtu, 26 September 2026, saat bulan penuh dalam Sasih Kapat atau bulan keempat kalender Bali.
Oleh Asyinta Sastra
Editor: Mursyid Sonsang
· 4 menit baca
Denpasar — Purnama Kapat pada tahun 2026 jatuh pada Sabtu, 26 September 2026, bertepatan dengan bulan penuh dalam Sasih Kapat atau bulan keempat kalender Bali menurut sejumlah panduan kalender keagamaan Hindu.
Sejumlah kalender Bali menyebut 26 September 2026 sebagai hari Purnama Kapat, yakni Purnama yang berlangsung pada Sasih Kapat. Liputan6 dalam artikel tentang kalender Bali September 2026 merinci bahwa Purnama Kapat jatuh pada 26 September 2026 dan dijelaskan sebagai hari suci ketika bulan berada dalam fase penuh. Kalender daring kalenderbali.org juga mencatat 26 September 2026 sebagai Purnama dan menandainya sebagai Purnama Kapat dalam daftar Purnama-Tilem tahun 2026.
Artikel panduan kalender Bali 2026 yang diterbitkan Medcom.id mencantumkan Sabtu, 26 September 2026 sebagai Hari Purnama Kapat. Lokerbali.info dalam ulasan kalender Bali 2026 juga menyebut tanggal yang sama sebagai Hari Purnama Sasih Kapat. Sejumlah media lokal, termasuk Tribun Bali, menegaskan kembali bahwa Purnama Kapat diperingati umat Hindu pada Sabtu, 26 September 2026.
Makna Purnama Kapat dan Sasih Kapat
Dalam tradisi kalender Bali, Sasih Kapat dipahami sebagai bulan keempat dan disebut juga Kartika Masa. Tribun Bali dalam ulasan Purnama Kapat menjelaskan bahwa Sasih Kapat disebut Kartika Masa, masa ketika bunga-bunga sedang bermekaran, sehingga dikaitkan dengan kesuburan dan keindahan alam.
Tribun Bali mengutip Lontar Sundarigama yang menyebut Purnama sebagai payogan Sang Hyang Candra atau Sang Hyang Wulan, sedangkan Tilem dikaitkan dengan yoga Sang Hyang Surya. Dalam lontar itu disebutkan bahwa Purnama dan Tilem merupakan hari penyucian diri bagi Dewa Matahari dan Dewa Bulan yang juga disebut Sang Hyang Rwa Bhineda. Purnama digambarkan sebagai hari penyucian diri lahir batin, ketika umat dianjurkan meningkatkan bhakti dan mendekatkan diri kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa melalui persembahyangan dan pengendalian diri.
Purnama Kapat, sebagai Purnama yang berlangsung pada Sasih Kapat, dipandang sebagai kesempatan untuk menata kembali hubungan spiritual, menenangkan pikiran, melakukan introspeksi, dan memperkuat rasa syukur atas anugerah kehidupan. Sejumlah panduan kalender menjelaskan Purnama sebagai saat bulan penuh ketika umat memohon petunjuk dari “jalan terangnya cahaya semesta”.
Persembahyangan dan dana punia
Tribun Bali menguraikan bahwa pada hari Purnama, termasuk Purnama Kapat, umat dianjurkan melakukan penyucian diri lahir batin dengan mempersembahkan sesajen berupa canang wangi-wangi dan canang yasa kepada para dewa. Persembahyangan dilaksanakan di sanggah atau merajan keluarga serta di parahyangan, kemudian dilanjutkan dengan memohon air suci sebagai bagian dari proses penyucian.
Dalam artikel yang sama, Purnama juga disebut sebagai hari yang baik untuk melaksanakan dana punia atau sedekah. Dana punia dipaparkan sebagai wujud kepedulian dan penguatan rasa syukur melalui pemberian sukarela kepada pihak yang membutuhkan atau untuk menunjang kegiatan keagamaan. Liputan6 dan sejumlah panduan kalender Bali menekankan bahwa Purnama adalah momentum memohon bimbingan dan cahaya spiritual, sehingga kegiatan persembahyangan dan dana punia sering dikaitkan dengan upaya mendekatkan diri secara batin kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa.
Bentuk rinci sesajen, jumlah dana punia, serta tata cara pelaksanaannya dapat berbeda menurut dresta atau kebiasaan lokal di masing-masing desa adat dan pura. Panduan kalender Bali yang disusun berbagai lembaga menekankan fungsi Purnama sebagai hari suci, sementara aturan teknis pelaksanaan umumnya dirujuk kepada pemangku, sulinggih, atau lembaga keagamaan setempat.
Kedudukan Purnama dalam kehidupan keagamaan
Purnama merupakan salah satu hari penting dalam siklus waktu keagamaan umat Hindu Bali. Kalender Bali yang disusun oleh berbagai media dan lembaga lokal mengaitkan Purnama dengan fase bulan penuh, ketika umat meningkatkan sembahyang, melakukan upacara penyucian, dan memperkuat hubungan dengan alam dan sesama.
Purnama Kapat pada 26 September 2026 berada dalam rangkaian hari suci sepanjang bulan itu, bersama Tilem pada 11 September 2026, Kajeng Kliwon pada 25 September 2026, dan Buda Kliwon Ugu pada 30 September 2026. Dalam konteks tersebut, Purnama Kapat menjadi salah satu titik penting bagi umat Hindu untuk menata kembali laku spiritual melalui persembahyangan, penyucian diri, dan dana punia sesuai tuntunan pemuka agama dan tradisi setempat.
Sumber
- kalenderbali.org – Purnama-Tilem Tahun 2026
- Tribun Bali – Makna Purnama Kapat 26 September 2026 dalam Kalender Bali, Ini Persembahan dan Anjuran Dana Punia
- Liputan6 – Kalender Bali Bulan September 2026, Panduan Hari Raya dan …
- Detik Bali – Jadwal Lengkap Hari Raya Hindu Sepanjang Tahun 2026 Menurut Kalender Bali
- Medcom.id – Kalender Bali 2026, Lengkap dengan Panduan Hari Baik dan …
- Lokerbali.info – Kalender Bali 2026 Terlengkap Beserta Hari Penting Nasional
Berita berikutnya

Kajeng Kliwon Enyitan 25 September 2026: Makna dan Praktik Umat
Kajeng Kliwon Enyitan tercatat jatuh pada Jumat, 25 September 2026, setelah Tilem dalam kalender Hindu Bali. Umat Hindu di Bali memanfaatkan hari ini…

