Bali Aktual

Senin, 2 November 2026

Puluhan Umat Melukat di Griya Dauh Labak Saat Banyupinaruh

Puluhan umat Hindu menjalani melukat di Griya Dauh Labak, Gianyar, saat Banyupinaruh pada 1 November 2026. Sebagian memilih griya karena lebih dekat dan mewaspadai gelombang pantai.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Kelopak bunga merah dan putih mengapung di dalam wadah berisi air di atas permukaan kolam.
Ilustrasi: Kelopak bunga merah dan putih mengapung di dalam wadah berisi air di atas permukaan kolam. · Foto: Didi Lecatompessy / Pexels

Griya Dauh Labak — Puluhan umat Hindu melaksanakan melukat di Griya Dauh Labak pada Minggu, 1 November 2026, saat Banyupinaruh. Mereka datang bersama keluarga untuk menjalani penyucian diri dengan air yang telah disucikan melalui mantra oleh sulinggih.

Mengapa ini penting: Warga yang menjalankan Banyupinaruh di Gianyar memiliki alternatif melukat di griya saat gelombang perairan selatan Bali diprakirakan mencapai 2 meter.

Menurut laporan Tribun Bali, sebagian umat memilih griya karena lokasinya lebih dekat dari rumah. Pilihan itu juga berkaitan dengan kewaspadaan terhadap potensi gelombang tinggi di pantai dan risiko kehilangan anggota keluarga di tengah kerumunan.

Melukat merupakan prosesi penyucian diri dengan air suci. Di Griya Dauh Labak, air disucikan melalui mantra, lalu dipercikkan dan dibasuhkan kepada umat yang datang.

Umat yang mengikuti prosesi juga menerima nasi dirah, yaitu nasi berwarna kuning yang menjadi bagian dari tradisi Banyupinaruh di sejumlah wilayah Bali. Nasi tersebut diyakini sebagai simbol kemakmuran, menurut laporan Tribun Bali.

Pada hari yang sama, Polsek Gianyar mengamankan kegiatan Banyupinaruh di Pantai Lebih dan Pantai Siyut. Bali Post melaporkan sekitar 150 pengunjung berada di Pantai Lebih dan sekitar 100 orang di Pantai Siyut.

Pengamanan di kedua pantai itu melibatkan 21 personel Polsek Gianyar. Kepolisian mengimbau masyarakat memperhatikan kondisi cuaca dan gelombang laut ketika beraktivitas di kawasan pantai.

BMKG memprakirakan gelombang di perairan selatan Bali mencapai 0,5 hingga 2 meter pada Minggu, 1 November 2026. Prakiraan itu menjadi konteks keselamatan bagi warga yang memilih menjalankan tradisi Banyupinaruh di pantai.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Budaya

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.