Bali Aktual

Selasa, 3 November 2026

Pelaku Pariwisata Bali Menyesuaikan Produk dengan Minat Aktivitas Ringan

Pelaku pariwisata Bali menyesuaikan produk dengan minat wisatawan pada aktivitas ringan, seperti kuliner, menikmati pemandangan, berbelanja, dan berburu foto.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Meja kayu bundar dan kursi santai di area luar ruangan kafe yang dikelilingi tanaman hijau.
Ilustrasi: Meja kayu bundar dan kursi santai di area luar ruangan kafe yang dikelilingi tanaman hijau. · Foto: Sóc Năng Động / Pexels

Denpasar — Perhimpunan Usaha Taman Rekreasi Indonesia Bali menyebut wisatawan di Bali kini lebih banyak memilih aktivitas ringan pada 1 November 2026. Pilihan itu mencakup wisata kuliner, menikmati pemandangan alam, berbelanja, dan berburu foto.

Mengapa ini penting: Pelaku usaha pariwisata Bali perlu menyesuaikan pengalaman wisata dengan pilihan aktivitas ringan yang disebut semakin diminati wisatawan.

Ketua PUTRI Bali Inda Trimafo Yudha mengatakan pergeseran minat tersebut menjadi perhatian pelaku industri pariwisata. Menurut dia, wisatawan cenderung menghindari kegiatan yang membutuhkan tenaga besar dan memilih aktivitas yang lebih fleksibel.

Pelaku usaha, kata Inda, perlu menyesuaikan produk serta pengalaman wisata dengan minat pasar. Penyesuaian itu dapat dilakukan melalui pengembangan wisata kuliner, kawasan rekreasi dengan suasana alam, dan destinasi yang menawarkan pengalaman visual.

Perubahan pilihan aktivitas itu tidak berarti atraksi wisata alam, taman rekreasi, dan pertunjukan budaya ditinggalkan. Ketiganya tetap menjadi bagian dari produk pariwisata yang dapat dikemas dengan pengalaman yang lebih santai.

Penyesuaian produk wisata

NusaBali melaporkan pernyataan Inda pada 2 November 2026. Laporan itu menyebut wisatawan memiliki lebih banyak pilihan kegiatan ringan selama berada di Bali, sehingga pengalaman berwisata tidak selalu berfokus pada aktivitas fisik yang menguras tenaga.

Balipost pada 11 Januari 2026 juga melaporkan tren wisata Bali yang mengarah pada pengalaman alam, kegiatan spiritual, yoga, dan wisata kebugaran. Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Bali I Putu Winastra menyebut desa wisata dan ekowisata menjadi bagian dari arah perkembangan pariwisata Bali pada 2026.

Perbedaan jenis aktivitas yang diminati menunjukkan pelaku usaha perlu menyediakan pengalaman yang sesuai dengan beragam kebutuhan wisatawan. Namun, sumber yang dikutip tidak menyebutkan angka perubahan minat atau kebijakan baru yang wajib diterapkan pelaku usaha.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Pariwisata

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.