Kajeng Kliwon Enyitan 25 September 2026: Makna dan Praktik Umat
Kajeng Kliwon Enyitan tercatat jatuh pada Jumat, 25 September 2026, setelah Tilem dalam kalender Hindu Bali. Umat Hindu di Bali memanfaatkan hari ini untuk persembahyangan, perlindungan diri, dan penyucian sesuai tradisi masing-masing.
Oleh Asyinta Sastra
Editor: Mursyid Sonsang
· 4 menit baca
Denpasar — — Umat Hindu di Bali akan memperingati Kajeng Kliwon Enyitan pada Jumat, 25 September 2026, sebagaimana tercantum dalam sejumlah kalender Bali dan jadwal rerahinan yang beredar untuk tahun 2026. Rerahinan ini dipandang sebagai momentum umat untuk memperkuat bhakti, memohon perlindungan, dan melaksanakan penyucian diri setelah fase bulan mati atau Tilem.
Menurut penjelasan yang dimuat Tribun Bali, Kajeng Kliwon Enyitan menjadi salah satu hari suci yang mendapat perhatian umat karena diyakini memiliki kekuatan spiritual besar. Sejumlah media dan panduan kalender Bali juga menempatkan tanggal tersebut dalam rangkaian hari suci bulan September 2026.
Waktu dan makna Kajeng Kliwon Enyitan
Kajeng Kliwon Enyitan tercatat sebagai salah satu rerahinan dalam Kalender Bali, ditentukan oleh pertemuan hari Kajeng dan Kliwon dalam sistem wara. Istilah Kajeng Kliwon merujuk pada pertemuan Kajeng dalam siklus Tri Wara dengan Kliwon dalam siklus Panca Wara, yang dipandang sebagai hari dengan kekuatan niskala yang perlu diseimbangkan.
Dalam sejumlah penjelasan tentang kalender Bali dan rerahinan Hindu, Kajeng Kliwon Enyitan disebut sebagai kajeng kliwon yang jatuh setelah Tilem atau bulan mati. Posisi setelah Tilem itu dikaitkan dengan upaya menjaga dan melindungi diri dari energi negatif serta memohon keseimbangan.
Berbagai sumber menjelaskan bahwa pada hari Kajeng Kliwon, umat Hindu di Bali lazim menghaturkan banten segehan sebagai sarana menetralkan kekuatan negatif dan menjaga keharmonisan. Makna rinci dan penekanan ajaran yang diikuti umat dapat berbeda sesuai tradisi masing-masing.
Data utama untuk bulan September 2026 antara lain:
- Hari pelaksanaan Kajeng Kliwon Enyitan: Jumat, 25 September 2026.
- Posisi dalam penanggalan: setelah Tilem pada 11 September 2026.
- Siklus wara: pertemuan Kajeng (Tri Wara) dan Kliwon (Panca Wara).
Bentuk persembahan dan praktik umat
Tribun Bali mengaitkan pemaknaan Kajeng Kliwon dengan ajaran yang bersumber dari lontar keagamaan, antara lain Lontar Sundarigama, yang memuat anjuran penghaturan sarana pada Panca Wara Kliwon. Dalam pemberitaan itu, umat dianjurkan memanfaatkan momentum Kajeng Kliwon Enyitan untuk melakukan persembahyangan dan penyucian diri.
Sementara itu, media lain menjelaskan secara umum bahwa pada Kajeng Kliwon umat menghaturkan segehan dan sesajen sederhana di rumah dan lingkungan sekitarnya sebagai sarana menjaga keseimbangan dan perlindungan. Bentuk sesajen dapat berupa nasi dan lauk sederhana disertai canang, yang dipersembahkan di halaman rumah, pekarangan, dan titik yang dianggap memiliki dimensi niskala.
Penjelasan kalender Bali 2026 dari beberapa media menekankan bahwa Kajeng Kliwon Enyitan termasuk hari yang baik untuk upaya rohani dan perlindungan diri. Namun, detail jenis banten, komposisi sarana, dan tata cara penghaturan persembahan pada masing-masing keluarga atau desa adat tidak dijabarkan seragam dalam sumber-sumber tersebut.
Karena itu, pelaksanaan persembahyangan dan sarana persembahan pada Kajeng Kliwon Enyitan umumnya mengikuti kebiasaan keluarga, banjar, dan desa adat masing-masing. Umat dianjurkan merujuk pada petunjuk sulinggih, pemangku, atau prajuru adat di wilayah setempat ketika menyiapkan sarana dan menentukan waktu penghaturan yang dianggap baik.
Konteks dalam kalender Bali
Kalender Bali 2026 yang disusun berbagai lembaga dan media menempatkan Kajeng Kliwon sebagai bagian dari siklus pawukon dan penanggalan yang memuat hari-hari suci Hindu sepanjang tahun. Dalam daftar hari suci tersebut, Kajeng Kliwon Enyitan berulang beberapa kali, salah satunya pada 25 September 2026.
Menurut panduan hari suci dan hari baik, Kajeng Kliwon Enyitan termasuk hari yang dimanfaatkan umat untuk menjaga keseimbangan, memohon keselamatan, dan melakukan upacara sederhana di tingkat keluarga. Dengan demikian, peringatan pada Jumat, 25 September 2026, berada dalam rangkaian praktik keagamaan rutin yang dituntun oleh kalender Bali dan tradisi lokal.
Sumber
- Tribun Bali - Jadwal Rerahinan Terdekat Kalender Bali: Kajeng Kliwon dan Purnama Pada 25-26 September 2026
- detikBali - Jadwal Lengkap Hari Raya Hindu Sepanjang Tahun 2026 Menurut Kalender Bali
- Liputan6 - Kalender Bali Bulan September 2026, Panduan Hari Raya dan Rerainan Umat Hindu
- Tirto - Kalender Bali 2026 Januari sampai Desember dan Rerainannya
- RRI Singaraja - Hari Suci dan Peringatan September 2026, Ini Daftarnya
- IDN Times Bali - Jadwal Rahinan Hindu Bali Juli 2026
- Metro TV / Medcom - Kalender Bali 2026: Jadwal Lengkap Hari Suci Umat Hindu
Berita berikutnya

Pendakian Gunung Abang Ditutup Sementara 21 dan 26 September 2026
Pendakian ke Gunung Abang di Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, ditutup sementara pada 21 dan 26 September 2026 karena kawasan digunakan untuk Bha…
Baca juga


