Bali Aktual

Senin, 21 September 2026

High Season, Okupansi Hotel Karangasem Turun Hingga 20 Persen

PHRI Karangasem mencatat tingkat hunian hotel hanya sekitar 60–70 persen pada Juli–Agustus 2026, turun 15–20 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· Peristiwa: · 3 menit baca

Karangasem — Tingkat hunian hotel di Kabupaten Karangasem, Bali, pada periode high season Juli–Agustus 2026 berada di kisaran sekitar 60–70 persen dan turun hingga 20 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya menurut Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Karangasem.

Ketua PHRI Karangasem I Wayan Kariasa menjelaskan, pada bulan Agustus rata-rata keterisian kamar hotel berada di kisaran 60–70 persen, sedangkan pada Juli berkisar 55–65 persen. Ia menyebutkan, kondisi ideal pada Juli, Agustus, dan September semestinya tingkat hunian bisa menembus lebih dari 80 persen karena periode tersebut lazim menjadi musim ramai kunjungan wisatawan.

Menurut penjelasan PHRI Karangasem, penurunan itu berarti pelemahan sekitar 15–20 persen dibandingkan capaian tahun lalu yang berada di kisaran 80 persen. DetikBali turut memberitakan bahwa hunian hotel di Karangasem pada periode high season Juli–Agustus 2026 mengalami penurunan hingga 20 persen dari kondisi normal.

Data utama yang disampaikan PHRI Karangasem adalah sebagai berikut:

  • Rata-rata okupansi hotel Agustus 2026: sekitar 60–70 persen.
  • Rata-rata okupansi hotel Juli 2026: sekitar 55–65 persen.
  • Penurunan tahunan dibanding Juli–Agustus 2025: sekitar 15–20 persen.

Faktor global dan situasi keamanan

I Wayan Kariasa mengaitkan penurunan okupansi dengan ketidakpastian situasi global dan konflik di sejumlah kawasan yang mempengaruhi minat perjalanan wisatawan. Menurutnya, konflik dan ketegangan geopolitik, termasuk di Timur Tengah, berdampak pada penerbangan dan membuat sebagian wisatawan menunda atau mengubah rencana perjalanan internasional.

Dalam wawancara lain, ia menyebut kunjungan wisatawan ke Karangasem sempat turun sekitar 30 persen karena dampak konflik di Timur Tengah, meski pada masa libur Nyepi dan Idul Fitri sempat terjadi kenaikan okupansi sekitar 20–30 persen sebelum kembali melemah. RRI juga mencatat bahwa periode Januari hingga awal Maret 2026 tingkat keterisian kamar hotel di Karangasem hanya sekitar 30 persen sebelum naik pada pertengahan tahun, menunjukkan tekanan berkelanjutan terhadap sektor pariwisata setempat.

Kondisi Candidasa dan kawasan wisata lain

Kariasa menilai penurunan aktivitas pariwisata terasa di berbagai kawasan wisata Karangasem, termasuk Candidasa, yang selama ini menjadi salah satu tujuan utama wisatawan. Ia menyebutkan potensi pendapatan asli daerah dari pajak hotel dan restoran bisa jauh lebih besar jika tingkat hunian stabil di atas 70 persen, namun saat ini okupansi di Karangasem masih sering berada di bawah 50 persen pada periode tertentu karena persoalan infrastruktur dan faktor eksternal.

Sebelumnya, Kariasa menjelaskan bahwa high season kunjungan wisatawan di Karangasem biasanya terjadi pada bulan Juli dan Agustus, dengan harapan tingkat hunian kamar hotel bisa meningkat seiring membaiknya situasi global dan penyelesaian berbagai pekerjaan penataan di kawasan pesisir. Namun hingga Agustus 2026, harapan tersebut belum sepenuhnya terwujud karena tekanan geopolitik masih berlangsung dan pemulihan perjalanan internasional belum merata.

Perbandingan dengan okupansi Bali secara keseluruhan

Di tingkat provinsi, PHRI Bali menyebut okupansi hotel di Bali pada periode high season umumnya berada di kisaran 80 persen atau lebih, dengan beberapa hotel mencatat tingkat hunian di atas angka tersebut sejak Juli hingga Oktober. Pada musim libur Natal dan Tahun Baru 2025/2026, okupansi di Bali sempat mencapai sekitar 85 persen sebelum turun kembali menjadi sekitar 50–60 persen setelah liburan berakhir.

Data tersebut menunjukkan adanya selisih antara performa hunian hotel di Karangasem dan rata-rata okupansi Bali secara keseluruhan pada periode ramai kunjungan wisatawan. Pelaku usaha perhotelan di Karangasem berharap kunjungan wisatawan kembali menguat sehingga tingkat hunian bisa mendekati pola okupansi provinsi yang lebih tinggi.

PHRI Karangasem mendorong perbaikan infrastruktur, peningkatan promosi destinasi, dan kepastian situasi global agar wisatawan merasa lebih aman dan nyaman untuk melakukan perjalanan ke Karangasem pada musim liburan berikutnya.

Sumber

Berita berikutnya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.