Bali Aktual

Minggu, 20 September 2026

Bupati Buleleng Matangkan Penataan Heritage Singaraja sebagai Kota Pusaka

Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra menegaskan komitmen mempertahankan Singaraja sebagai kota pusaka.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 3 menit baca

Buka foto ukuran besar. Foto arsip: Agung Jami' mosque gate, Kampung Kajanan, Singaraja, Bali (1654).
Foto arsip: Agung Jami' mosque gate, Kampung Kajanan, Singaraja, Bali (1654). · Foto: DayakSibiriak / Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0

Singaraja — Pemerintah Kabupaten Buleleng menegaskan komitmen mempertahankan Singaraja sebagai kota pusaka melalui rencana penataan kawasan heritage di pusat kota dan sekitarnya. Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra menyampaikan rencana tersebut dalam Rapat Kerja Nasional Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) 2025 di Yogyakarta pada 6 Agustus 2025.

Dalam forum nasional itu, Sutjidra menyatakan pemerintah daerah telah menyiapkan rencana induk penataan kawasan heritage Singaraja dan akan mulai menata kawasan tersebut dalam waktu dekat. Penataan diarahkan untuk menguatkan identitas sejarah Singaraja sebagai kota pelabuhan dan pusat pemerintahan di Bali Utara.

Rakernas XI JKPI 2025 berlangsung di Kota Yogyakarta pada 5–9 Agustus 2025, dengan pemerintah kota tersebut sebagai tuan rumah. Menurut Direktur Eksekutif JKPI Nanang Asfarinal, jaringan ini telah beranggotakan 75 pemerintah kota dan kabupaten di Indonesia yang memiliki kekayaan pusaka budaya dan alam.

Fokus penataan kawasan heritage

Menurut pemberitaan media lokal, rencana penataan kawasan heritage Singaraja mencakup titik-titik sejarah di pusat kota dan sekitarnya. Sutjidra menyebut sejumlah objek penting seperti Museum Gedong Kertya, Puri Kerajaan Buleleng, Pelabuhan Tua Buleleng, hingga rumah ibunda Bung Karno sebagai bagian dari warisan yang akan dijaga dan ditata.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Buleleng menyiapkan master plan heritage yang berfokus pada penataan kawasan titik nol kilometer Singaraja. Kawasan ini meliputi deretan bangunan peninggalan Belanda di sekitar Kantor Bupati, rumah jabatan, dan Gedung Wanita Laksmi Graha. Sebagai tahap awal, detail engineering design (DED) penataan titik nol tersebut sedang disusun dan direncanakan mulai direalisasikan pada 2026.

Pemkab Buleleng menyatakan penataan kawasan heritage menjadi langkah awal revitalisasi sejarah panjang Singaraja sebagai kota pelabuhan, kota pendidikan, dan pusat pemerintahan Bali Utara sejak masa kolonial. Komitmen itu dikaitkan dengan penetapan Singaraja sebagai kota pusaka dalam jejaring JKPI.

Sejarah Singaraja dan jejaring kota pusaka

Singaraja memiliki sejarah sebagai kota pelabuhan utama di Bali Utara dengan deretan bangunan berarsitektur kolonial di sekitar pelabuhan lama dan pusat kota. Di kawasan eks Pelabuhan Buleleng, misalnya, berdiri Museum Soenda Ketjil yang memanfaatkan bangunan tua bergaya Belanda dan menampilkan narasi tentang Buleleng sebagai salah satu pusat administrasi pada masa lalu.

JKPI merupakan organisasi yang menghimpun pemerintah kota dan kabupaten dengan kekayaan pusaka alam dan budaya, yang bertujuan mendorong pelestarian warisan tersebut melalui kerja sama antar daerah. Dalam Rakernas 2025 di Yogyakarta, pemerintah daerah anggota JKPI mengikuti rangkaian rapat dan kegiatan budaya selama lima hari, sekaligus berbagi pengalaman penataan dan pelestarian kawasan bersejarah.

Bagi Buleleng, keikutsertaan dalam jejaring ini disebut menjadi sarana bertukar gagasan penataan kota pusaka dan memperkuat kerja sama dengan daerah lain yang memiliki kawasan bersejarah. Sutjidra menyatakan pelestarian warisan sejarah di Singaraja penting sebagai identitas kota dan harus dijaga melalui penataan yang terencana.

Hingga September 2026, pemberitaan yang tersedia menekankan kesiapan master plan dan penyusunan DED penataan titik nol kilometer Singaraja serta komitmen penataan kawasan heritage, namun belum memuat rinci batas kawasan, anggaran, maupun jadwal terperinci tiap tahap pekerjaan.

Sumber

Berita berikutnya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.