Bali Aktual

Selasa, 20 Oktober 2026

BPBD Bangli Belum Menerima Permohonan Bantuan Air dari Desa

BPBD Bangli pada 18 Oktober 2026 menyatakan belum menerima permohonan resmi bantuan air, sementara laporan media mencatat gangguan pasokan Perumda dan krisis air di Abang Batudinding.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Permukaan tanah kering yang retak-retak akibat kekeringan.
Ilustrasi: Permukaan tanah kering yang retak-retak akibat kekeringan. · Foto: Feyza Daştan / Pexels

Kecamatan Kintamani — BPBD Kabupaten Bangli menyatakan pada 18 Oktober 2026 belum menerima permohonan resmi bantuan air bersih dari pemerintah desa, meski sejumlah wilayah Kintamani dilaporkan mengalami kesulitan air akibat kemarau.

Mengapa ini penting: Warga yang mengalami gangguan pasokan air konsumsi dapat memperoleh distribusi BPBD setelah pemerintah desa mengajukan permohonan resmi.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Damkar Bangli, Ketut Agus Sutapa, mengatakan belum ada desa yang melaporkan krisis air bersih sepanjang 2026. BPBD tetap siap menyalurkan air secara selektif apabila menerima permohonan untuk kebutuhan konsumsi.

Menurut laporan Bali Post, bantuan untuk kebutuhan lain akan dikoordinasikan dengan dinas teknis. Permasalahan kerusakan jaringan Perumda Tirta Danu Arta atau kekeringan lahan pertanian tidak langsung ditangani melalui distribusi air BPBD.

Gangguan pasokan di Abang Batudinding

NusaBali melaporkan pada 16 Oktober 2026 bahwa Desa Abang Batudinding mengalami krisis air bersih akibat kemarau berkepanjangan. Sebagian wilayah desa belum terjangkau jaringan Perumda Tirta Danu Arta, sedangkan aliran di wilayah yang sudah terlayani menurun.

Di wilayah tersebut, aliran Perumda dilaporkan hanya dua sampai tiga kali dalam sebulan dengan durasi 30 sampai 60 menit. Warga mengandalkan bak penampungan air hujan dan membeli air tangki ketika persediaan mengering.

Bali Post melaporkan warga Abang Batudinding juga menerima bantuan 24.000 liter air dari TNI. Perumda menyatakan pasokan di kawasan Kintamani diberlakukan bergiliran karena keterbatasan debit dan meningkatnya permintaan pada musim kemarau.

BPBD Bangli akan menyalurkan air untuk konsumsi setelah permohonan resmi diajukan. Penanganan gangguan jaringan air dan kebutuhan pertanian menunggu koordinasi dengan instansi teknis terkait.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Lingkungan

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.