Bali Aktual

Selasa, 22 September 2026

Koster Dukung Bali Bidding Tuan Rumah World Congress of Dermatology 2031

Gubernur Bali Wayan Koster menyatakan dukungan penuh terhadap pencalonan Bali sebagai tuan rumah World Congress of Dermatology 2031.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· Peristiwa: · 3 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi. Gambar dibuat dengan kecerdasan buatan, bukan foto peristiwa.
Ilustrasi. Gambar dibuat dengan kecerdasan buatan, bukan foto peristiwa. · Foto: Ilustrasi AI

Denpasar — Gubernur Bali Wayan Koster menyatakan dukungan penuh terhadap pencalonan Bali sebagai tuan rumah World Congress of Dermatology (WCD) 2031. Dukungan itu disampaikan saat menerima jajaran pengurus pusat Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (Perdoski) di Jayasabha, Denpasar, Selasa, 15 September 2026.

Ketua Umum Perdoski periode 2024–2027, dr. Hanny Nilasari, menjelaskan Indonesia tengah mempersiapkan diri mengikuti proses bidding tuan rumah WCD 2031 dengan mengusulkan Bali sebagai lokasi penyelenggaraan.

Menurut Perdoski, proses bidding untuk WCD 2031 akan berlangsung pada World Congress of Dermatology ke-26 yang digelar di Guadalajara, Meksiko, pada 2027. Forum ini diperkirakan dihadiri lebih dari 12.000 peserta internasional, merujuk pada jumlah delegasi yang hadir pada WCD sebelumnya.

Dukungan pemerintah dan alasan pencalonan

Pada pertemuan di Jayasabha, Perdoski meminta dukungan Pemerintah Provinsi Bali agar Indonesia, melalui organisasi profesi dermatologi, dapat mengajukan Bali sebagai kandidat tuan rumah WCD 2031. Mereka menilai Bali memiliki kapasitas dan pengalaman menyelenggarakan agenda internasional berskala besar.

Menanggapi permohonan tersebut, Koster menegaskan komitmen pemerintah daerah. Ia menyatakan siap memberikan rekomendasi resmi dan memfasilitasi kebutuhan administrasi serta dukungan lain yang diperlukan Perdoski untuk memperkuat posisi penawaran Indonesia dalam proses bidding internasional.

Koster merujuk pengalaman Bali menjadi lokasi berbagai pertemuan internasional, antara lain Konferensi Tingkat Tinggi G20 dan World Water Forum ke-10 pada 2024, sebagai modal penting bagi Bali untuk bersaing dengan negara lain. Dalam sejumlah pemberitaan, ia juga mengaitkan tingkat kepercayaan internasional terhadap Bali dengan hasil pemilihan lokasi World Water Forum, ketika Bali memperoleh dukungan mayoritas negara pemilik hak suara.

Dampak yang diharapkan dan kesiapan Bali

WCD merupakan forum ilmiah yang mempertemukan dokter spesialis kulit dan kelamin, peneliti, akademisi, serta pelaku industri dari berbagai negara. Pertemuan ini menjadi ruang pertukaran pengetahuan, pemutakhiran keilmuan, dan jejaring profesional di bidang dermatologi, venereologi, dan cabang terkait.

Pemerintah Provinsi Bali dan Perdoski menilai, jika Bali terpilih sebagai tuan rumah WCD 2031, kehadiran ribuan peserta akan berdampak pada sektor pariwisata dan industri MICE (meeting, incentive, conference, exhibition). Aktivitas akomodasi, transportasi, dan layanan wisata diperkirakan meningkat seiring pelaksanaan kongres dan kegiatan pendukungnya.

Bagi sektor kesehatan, kongres ini dipandang sebagai kesempatan untuk memperkuat jejaring internasional serta memperluas pertukaran pengalaman klinis antara tenaga medis Indonesia dan peserta dari berbagai negara. Koster beberapa kali menekankan bahwa penguatan jejaring kesehatan global perlu berjalan seiring dengan posisi Bali sebagai destinasi pariwisata.

Pencalonan WCD 2031 di Bali juga menjadi uji atas kapasitas daerah mengelola kegiatan internasional secara terpadu. Sejumlah pemberitaan menyebut aspek yang perlu dipersiapkan meliputi ketersediaan venue, akomodasi, akses transportasi, layanan kesehatan, keamanan, serta pengelolaan lingkungan. Rincian teknis mengenai pembagian tugas antara pemerintah dan Perdoski, termasuk skema pembiayaan, masih dalam tahap pembahasan internal.

Proses bidding WCD 2031

Secara kelembagaan, World Congress of Dermatology berada di bawah International League of Dermatological Societies (ILDS). Pedoman resmi ILDS menyebutkan bahwa hanya organisasi anggota ILDS yang dapat mengajukan diri sebagai penyelenggara WCD.

Organisasi yang berminat wajib mengirimkan Letter of Intent kepada Sekretaris Jenderal ILDS paling lambat enam bulan sebelum WCD ke-26 di Guadalajara, Meksiko, pada 2027. Setelah surat pernyataan diterima, organisasi pengaju harus membayar biaya administrasi bidding sebesar 10.000 dolar AS.

ILDS menetapkan sejumlah persyaratan organisasi dan teknis, termasuk kapasitas kota tuan rumah dalam menyediakan fasilitas kongres, akomodasi, aksesibilitas, dan dukungan logistik skala besar. Madrid, Spanyol, melalui Akademi Dermatologi dan Venereologi setempat, telah mengumumkan pencalonan sebagai tuan rumah WCD 2031. Indonesia melalui Perdoski kini menyiapkan langkah serupa dengan mengusulkan Bali sebagai kota kandidat.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Berita Bali

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.