Bali Aktual

Kamis, 8 Oktober 2026

BRIDA Bali Kaji Hunian Vertikal untuk Kebutuhan Rumah hingga 100 Tahun

BRIDA Bali mengkaji hunian vertikal untuk memenuhi kebutuhan tempat tinggal hingga 100 tahun ke depan. Jumlah penduduk Bali diperkirakan mencapai sekitar 12 juta jiwa pada 2125.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Maket perencanaan arsitektur kawasan perkotaan dengan gedung dan pepohonan di atas meja.
Ilustrasi: Maket perencanaan arsitektur kawasan perkotaan dengan gedung dan pepohonan di atas meja. · Foto: Thirdman / Pexels

Denpasar — Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Bali mulai mengkaji konsep hunian vertikal untuk memenuhi kebutuhan tempat tinggal hingga 100 tahun ke depan. Kepala BRIDA Bali Ketut Wica menyampaikan hal itu dalam forum Asia-Pacific Network for Housing Research 2026 di Politeknik Pariwisata Bali pada 5 Oktober 2026.

Mengapa ini penting: Kajian ini dapat memengaruhi arah penyediaan hunian Bali hingga 2125, termasuk pilihan pembangunan vertikal dan perlindungan lahan pertanian serta ruang terbuka hijau.

Menurut NusaBali, Wica memperkirakan jumlah penduduk Bali yang pada 2025 tercatat sekitar 4,4 juta jiwa dapat mencapai sekitar 12 juta jiwa pada 2125. Pertumbuhan penduduk tersebut diperkirakan meningkatkan kebutuhan tempat tinggal.

Kajian hunian vertikal diarahkan untuk memenuhi kebutuhan rumah tanpa terus membuka lahan baru. BRIDA mempertimbangkan keterbatasan ruang serta kebijakan perlindungan lahan pertanian dan ruang terbuka hijau.

Salah satu hal yang dikaji ialah evaluasi terhadap batas ketinggian bangunan. Peraturan Daerah Bali Nomor 2 Tahun 2023 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah mengatur ketinggian bangunan maksimal 15 meter.

BRIDA juga memikirkan konsep hunian personal dan komunal. Salah satu gagasannya ialah hunian komunal berbasis banjar dengan fasilitas bersama dalam satu kawasan yang dapat dikembangkan secara vertikal.

Konsep tersebut tetap diarahkan untuk mempertahankan karakter dan nilai arsitektur Bali. Hunian vertikal juga dipertimbangkan sebagai alternatif menghadapi harga tanah yang semakin mahal dan sulit dijangkau masyarakat.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Pariwisata

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.