Bali Aktual

Rabu, 30 September 2026

Apa Arti Serapan APBD Bali 40,70 Persen hingga Juli 2026

Realisasi belanja seluruh pemerintah daerah di Bali mencapai 40,70 persen hingga Juli 2026, naik 0,37 poin dari periode yang sama tahun sebelumnya. Data bersifat konsolidasi.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· Peristiwa: · 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Seseorang memegang kalkulator dan pena di atas meja bersama berkas dan map kerja.
Ilustrasi: Seseorang memegang kalkulator dan pena di atas meja bersama berkas dan map kerja. · Foto: Mikhail Nilov / Pexels

Denpasar — Realisasi belanja seluruh pemerintah daerah di Bali mencapai 40,70 persen hingga Juli 2026 berdasarkan Laporan Realisasi Anggaran (LRA). Angka ini naik 0,37 poin dari periode yang sama tahun sebelumnya.

Data Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Bali mencatat belanja daerah terealisasi Rp15,78 triliun atau 40,70 persen dari pagu hingga 31 Juli 2026. Secara tahunan, nilainya tumbuh 12,18 persen.

Mengapa serapan APBD penting bagi pembaca di Bali

Serapan APBD menunjukkan seberapa jauh anggaran daerah telah digunakan untuk membiayai program dan layanan publik. Angka 40,70 persen bukan ukuran tunggal keberhasilan atau kegagalan, karena waktu pelaksanaan, jenis belanja, serta jadwal pengadaan dapat memengaruhi realisasi.

Namun, capaian hingga Juli berarti pemerintah daerah masih perlu mempercepat pelaksanaan anggaran pada sisa tahun berjalan. Jika belanja menumpuk di akhir tahun, ruang untuk mengawasi mutu pekerjaan dan memastikan manfaat program bagi krama Bali dapat menjadi lebih sempit.

Data tersebut merupakan konsolidasi seluruh pemerintah daerah di Provinsi Bali. Karena itu, angka ini menggambarkan kondisi regional, bukan serapan satu kabupaten atau kota tertentu. Laporan yang dirujuk tidak merinci capaian setiap kecamatan, termasuk wilayah seperti Kuta (Badung), maupun pelaksanaan program di desa adat, banjar, pecalang, atau subak.

Bagi pembaca, arti praktisnya adalah memantau program daerah yang dijanjikan di kabupaten atau kota masing-masing: apakah sudah berjalan, siapa penerimanya, serta kapan layanan atau pekerjaan dapat digunakan. Laporan yang tersedia menyebut pemerintah daerah masih memiliki sekitar lima bulan untuk mengejar realisasi belanja hingga akhir tahun.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Pemerintahan

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.