Bali Aktual

Senin, 5 Oktober 2026

Pertumbuhan Ekonomi Bali 2025: Apa Dampaknya bagi Masyarakat?

Pertumbuhan ekonomi Bali mencapai 5,82 persen pada 2025. Angka ini perlu dibaca bersama kemiskinan, pengangguran, ketimpangan, dan pendapatan per kapita untuk melihat dampaknya bagi masyarakat.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Pemandangan udara sawah berundak hijau dengan deretan pohon kelapa di Bali.
Ilustrasi: Pemandangan udara sawah berundak hijau dengan deretan pohon kelapa di Bali. · Foto: Tom Fisk / Pexels

Perekonomian Bali tumbuh 5,82 persen sepanjang 2025, menurut Pemerintah Provinsi Bali yang mengutip data BPS pada 2026. Angka itu menunjukkan kinerja tahunan daerah, tetapi tidak berdiri sendiri: kemiskinan tercatat 3,42 persen dan tingkat pengangguran terbuka 1,45 persen pada tahun yang sama.

Apa arti pertumbuhan 5,82 persen?

Pertumbuhan 5,82 persen adalah kenaikan kinerja ekonomi Bali secara kumulatif sepanjang 2025 dibandingkan 2024. Pemerintah Provinsi Bali menyebut angka itu meningkat dari pertumbuhan 5,48 persen pada 2024, berdasarkan data BPS yang diumumkan pada 5 Februari 2026.

Angka pertumbuhan menggambarkan perubahan aktivitas ekonomi daerah, bukan kenaikan pendapatan setiap orang dengan besaran yang sama. Karena itu, pembaca perlu melihatnya bersama indikator kemiskinan, pengangguran, dan ketimpangan.

Apakah pertumbuhan itu diikuti penurunan kemiskinan?

Menurut Pemerintah Provinsi Bali, tingkat kemiskinan pada 2025 sebesar 3,42 persen, turun dari 3,80 persen pada 2024. Jumlah penduduk miskin tercatat 160,09 ribu orang pada September 2025, sementara garis kemiskinan rumah tangga sebesar Rp2,65 juta per bulan.

Data tersebut menunjukkan perubahan pada indikator kesejahteraan berjalan bersamaan dengan pertumbuhan ekonomi. Namun, persentase kemiskinan dan jumlah penduduk miskin mengukur hal yang berbeda, sehingga keduanya tidak dapat dipertukarkan.

Bagaimana kondisi pekerjaan di Bali?

Tingkat pengangguran terbuka Bali pada 2025 tercatat 1,45 persen, turun dari 1,79 persen pada 2024, menurut Pemerintah Provinsi Bali yang merujuk data BPS. Indikator ini mengukur proporsi angkatan kerja yang tidak bekerja dan sedang mencari pekerjaan.

Penurunan tingkat pengangguran tidak otomatis menjelaskan kualitas pekerjaan, tingkat upah, atau pemerataan pendapatan. Untuk membaca dampak pertumbuhan secara lebih utuh, indikator ketenagakerjaan perlu dipertimbangkan bersama data sosial lainnya.

Apakah ketimpangan juga menurun?

Indeks Gini Bali pada 2025 tercatat 0,333, turun dari 0,348 pada 2024, menurut Pemerintah Provinsi Bali berdasarkan data BPS. Indeks ini digunakan untuk membaca ketimpangan distribusi pendapatan; angka yang lebih rendah menunjukkan ketimpangan yang lebih kecil dalam ukuran tersebut.

Pemerintah Provinsi Bali juga mencatat pendapatan per kapita 2025 sebesar Rp72,66 juta, naik dari Rp67,32 juta pada 2024. Pendapatan per kapita adalah rata-rata, sehingga tidak menggambarkan pendapatan yang diterima setiap penduduk secara identik.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Data Bali

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.