Bali Aktual

Senin, 28 September 2026

Penumpang KMP Cemerlang Diduga Jatuh di Gilimanuk

Riski Firmansyah diduga menceburkan diri dari KMP Cemerlang 55 ke Selat Bali di sekitar Buoy Merah Pelabuhan Gilimanuk. Pencarian gabungan dilakukan Senin.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Foto arsip: Pengamanan Kebaktian Minggu I oleh aparat keamanan, sesudah Epiphanias.
Foto arsip: Pengamanan Kebaktian Minggu I oleh aparat keamanan, sesudah Epiphanias. · Foto: GKPB Jemaat Agape, Gilimanuk / Wikimedia Commons, CC BY 3.0

Gilimanuk — Riski Firmansyah, 23 tahun, diduga menceburkan diri dari KMP Cemerlang 55 ke Selat Bali pada Minggu, 27 September 2026, sekitar pukul 18.50 WITA.

Peristiwa itu dilaporkan terjadi di sekitar area Buoy Merah Pelabuhan Gilimanuk, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana. Kapal sedang mengapung dan menunggu giliran sandar setelah berlayar dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi. Seorang penumpang melihat orang menceburkan diri ke laut, lalu awak kapal berkoordinasi dengan kapal lain di sekitar lokasi untuk melakukan pencarian.

Riski disebut warga Dusun Genukwatu, Kecamatan Ngoro, Jombang, Jawa Timur. Ia berangkat dari Surabaya menggunakan mobil travel Toyota Avanza hitam bernomor polisi N 1798 BX. Kendaraan itu dikemudikan Muhammad Kris Fauzi, 23 tahun. Riski bepergian bersama anggota keluarganya menuju Tabanan untuk bekerja.

Keberadaan Riski tidak lagi terlihat di permukaan air hingga pukul 19.05 WITA. Setelah KMP Cemerlang 55 tiba dan berlabuh di Pelabuhan Gilimanuk, keluarga serta pengemudi travel menyadari bahwa ia tidak berada di kapal.

Pencarian di Selat Bali menjadi perhatian penyeberang Gilimanuk

Bagi pembaca yang melintas antara Jawa dan Bali, lokasi kejadian berada di jalur pelabuhan yang digunakan kapal penyeberangan menuju Gilimanuk. Informasi ini penting karena pencarian berlangsung di sekitar area pelabuhan, sementara kapal lain dan petugas berkoordinasi di perairan yang sama.

Petugas gabungan sempat melakukan pencarian di pesisir Pelabuhan Gilimanuk, tetapi belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban hingga dini hari. Balipost melaporkan pencarian dilakukan sampai kapal bersandar di Dermaga 3 Pelabuhan ASDP Gilimanuk dan korban belum ditemukan.

Danposal Gilimanuk, Lettu Laut (P) Aditya N, menyebut pencarian gabungan bersama Polair dan SAR dilakukan pada Senin, 28 September 2026. DetikBali melaporkan pencarian akan dipimpin Basarnas. Penyebab korban berada di buritan hingga diduga jatuh ke laut masih didalami melalui keterangan keluarga, pengemudi travel, dan pihak kapal.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Kabupaten/Kota

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.