ENSIA 2026 di Bali Perkuat Ekonomi Kerthi dan Inovasi Hijau
PT Sucofindo (Persero) menggelar Environmental and Social Innovation Awards (ENSIA) 2026 di The Westin Resort Nusa Dua, Badung, dengan tema “Innovation for Sustainable Business and Resilient Community”, menghadirkan ratusan inovasi…
Oleh Pandi Muktar
Editor: Mursyid Sonsang
· Peristiwa: · 3 menit baca
Mangupura — PT Sucofindo (Persero) kembali menyelenggarakan Environmental and Social Innovation Awards (ENSIA) 2026 di Bali sebagai ajang apresiasi bagi dunia usaha dan masyarakat yang menghadirkan inovasi lingkungan dan sosial berdampak nyata.Mengusung tema “Innovation for Sustainable Business and Resilient Community”, forum ini diarahkan untuk memperkuat daya saing bisnis sekaligus ketangguhan sosial dan lingkungan di tengah berbagai tantangan global.
ENSIA 2026 digelar di The Westin Resort Nusa Dua, Kabupaten Badung, pada Kamis, 10 September 2026.Ajang ini menjadi puncak penganugerahan bagi inovasi yang dijalankan perusahaan dan local hero dari berbagai daerah di Indonesia.
Acara tersebut dihadiri Gubernur Bali Wayan Koster, Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Moh. Jumhur Hidayat, Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq, serta Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy.
Inovasi dalam kerangka Ekonomi Kerthi Bali
Dalam puncak penganugerahan ENSIA 2026 di Nusa Dua, Koster menegaskan bahwa pembangunan Bali harus berlangsung harmonis dengan alam.Menurut dia, ajang ENSIA menjadi wadah penting untuk mendorong inovasi yang menjaga keseimbangan antara lingkungan, sosial, dan ekonomi, sejalan dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali serta arah pembangunan Bali berkelanjutan.
Pemerintah Provinsi Bali mengaitkan forum ini dengan gagasan Ekonomi Kerthi Bali, yaitu pembangunan ekonomi yang menempatkan alam, manusia, dan kebudayaan sebagai satu kesatuan.Koster mengapresiasi peran ENSIA sebagai ruang bagi perusahaan dan komunitas untuk menunjukkan inovasi yang memperkuat daya saing sekaligus menjaga daya dukung lingkungan.
Dalam acara tersebut, Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menyampaikan bahwa inovasi sosial dan lingkungan perlu menjadi bagian dari strategi pertumbuhan ekonomi.Investasi dan kegiatan produksi, menurut dia, harus menjaga sumber daya alam yang menopang pembangunan serta memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitarnya.
Skala partisipasi dan fokus inovasi
Direktur Utama PT Sucofindo Sandry Pasambuna menjelaskan ENSIA dirancang sebagai ajang penghargaan sekaligus ruang berbagi praktik inovasi lingkungan dan sosial.Ajang ini mendorong perusahaan menampilkan capaian, memperkuat jejaring, dan mengintegrasikan keberlanjutan ke dalam strategi bisnis.
Tahun 2026, ENSIA mencatat partisipasi 253 perusahaan dengan 954 makalah inovasi serta melibatkan 48 local hero.Angka ini meningkat dibanding tahun sebelumnya yang diikuti 178 perusahaan dengan 690 makalah.
Menurut Sucofindo dan para pejabat yang hadir, fokus inovasi ENSIA 2026 mencakup ketahanan pangan, pengelolaan sampah dan ekonomi sirkular, serta transisi energi bersih.Inovasi tersebut diharapkan tidak hanya menghasilkan efisiensi sumber daya, tetapi juga memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi masyarakat di sekitar kegiatan usaha.
Sucofindo menyebut apresiasi ENSIA dapat menjadi nilai tambah bagi perusahaan yang mengikuti Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (PROPER), khususnya untuk mendukung aspek penghargaan tingkat Hijau dan Emas.Ini menempatkan ENSIA sebagai bagian dari ekosistem pengakuan kinerja lingkungan perusahaan di Indonesia.
Dampak bagi pelaku usaha dan masyarakat
Sejumlah perusahaan mencatat capaian konkret dari partisipasi di ENSIA 2026.Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara, misalnya, meraih 69 penghargaan yang berasal dari beragam program pengelolaan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat di wilayah operasional mereka.
Sucofindo dan Bappenas mendorong agar inovasi yang muncul dalam ENSIA direplikasi lintas sektor dan daerah, termasuk di Bali.Inovasi hijau di bidang energi, pengelolaan sampah, dan penguatan ekonomi lokal dinilai dapat menjadi pendorong ekonomi berkelanjutan sekaligus menjaga kualitas lingkungan.
Dengan skala partisipasi yang melibatkan ratusan perusahaan dan puluhan local hero, ENSIA 2026 menjadi salah satu forum nasional yang menghubungkan agenda pembangunan berkelanjutan Indonesia dengan praktik bisnis dan pemberdayaan masyarakat di tingkat lokal.Termasuk di Bali, forum ini dimaknai pemerintah daerah sebagai bagian dari upaya memperkuat Ekonomi Kerthi Bali.
Sumber
Baca berikutnya
Terbaru di Ekonomi

PLUT Buleleng: Sertifikasi Halal Jadi Modal Kepercayaan UMKM
Pendamping PLUT K-UMKM Buleleng menilai sertifikasi halal menjadi modal kepercayaan bagi UMKM dan memperkuat daya saing produk.
Berita utama hari ini


