APBD Regional Bali Catat Surplus Rp2,30 Triliun hingga Agustus
Konsolidasi APBD regional Bali mencatat surplus Rp2,30 triliun hingga Agustus 2026. Pendapatan daerah Rp20,39 triliun melampaui belanja pemerintah daerah Rp18,10 triliun.
Oleh Pandi Muktar
Editor: Mursyid Sonsang
· 2 menit baca
Denpasar — Konsolidasi APBD regional Bali mencatat surplus Rp2,30 triliun hingga Agustus 2026. Angka itu berasal dari realisasi pendapatan daerah Rp20,39 triliun yang lebih besar daripada belanja pemerintah daerah Rp18,10 triliun.
Data tersebut disampaikan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Bali Supendi pada Rabu (30/9). Pendapatan daerah di Bali sampai Agustus 2026, sedangkan pendapatan dan hibah Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) regional Bali mencapai Rp15,28 triliun hingga 31 Agustus 2026.
Di sisi belanja daerah, belanja operasi menjadi komponen terbesar dengan realisasi Rp13,78 triliun atau sekitar 76 persen dari total belanja pemerintah daerah. Belanja modal yang berkaitan dengan pembentukan aset tetap mencapai Rp2,03 triliun.
Pendapatan Asli Daerah (PAD) mencapai Rp13,06 triliun atau tumbuh 8,21 persen. PAD merupakan pendapatan yang dihimpun pemerintah daerah dari sumber-sumber dalam wilayahnya, termasuk pajak dan retribusi daerah.
Surplus menjadi penanda ruang fiskal Bali
Bagi pembaca di Denpasar dan kabupaten/kota lain di Bali, surplus ini menunjukkan posisi pendapatan dan belanja pemerintah daerah sampai Agustus, bukan otomatis ukuran keberhasilan pembangunan atau besarnya manfaat anggaran yang sudah diterima krama. Surplus merupakan selisih pendapatan dan belanja pada periode berjalan.
Data tersebut mencakup konsolidasi pemerintah daerah di Bali. Karena itu, angkanya bukan hanya menggambarkan satu kabupaten atau satu kota.
Dengan demikian, hal yang dapat dipakai pembaca hari itu adalah informasi posisi fiskal daerah: hingga Agustus 2026, pendapatan daerah Bali lebih tinggi daripada belanja daerah dengan selisih Rp2,30 triliun.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Lingkungan
BMKG Ingatkan Empat Wilayah Bali Rawan Banjir
BMKG memperkirakan musim hujan Bali mulai akhir November hingga Desember 2026. Buleleng bagian selatan, Jembrana, Karangasem bagian selatan, dan Denpa…
Terbaru di Ekonomi

Baca juga





