Bali Aktual

Rabu, 23 September 2026

Wamenpar Bantah Hotel Dijual Menandakan Pariwisata Bali Lesu

Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa menyebut penjualan hotel di Bali tidak otomatis mencerminkan kelesuan industri. Fenomena itu dinilai bagian dari dinamika bisnis dan mekanisme pasar.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Foto arsip: Kebaktian di HKBP Denpasar Resort Bali.
Foto arsip: Kebaktian di HKBP Denpasar Resort Bali. · Foto: HKBP Denpasar Resort Bali / Wikimedia Commons, CC BY-SA 3.0

Denpasar — Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa membantah penjualan hotel dan akomodasi di Bali otomatis menandakan pariwisata sedang lesu pada Selasa, 22 September 2026.

Kementerian Pariwisata menilai penawaran properti melalui sejumlah platform perlu dibaca sebagai bagian dari dinamika bisnis dan mekanisme pasar. Keputusan pemilik untuk menjual hotel atau mengubah kepemilikan, menurut penjelasan tersebut, merupakan urusan internal bisnis.

Penjualan properti bukan satu-satunya ukuran pariwisata Bali

Ni Luh Puspa mengatakan perubahan kepemilikan atau keputusan menjual sebuah properti tidak serta-merta menggambarkan kondisi pariwisata Bali secara keseluruhan. Karena itu, banyaknya hotel dan akomodasi yang ditawarkan tidak dapat dipakai sebagai satu-satunya indikator untuk menyimpulkan industri pariwisata Pulau Dewata mengalami kelesuan.

Bagi pembaca di Badung, Gianyar, Tabanan, Karangasem, dan kawasan wisata lain, penjelasan ini berarti kabar tentang akomodasi yang dijual tidak otomatis mengubah layanan perjalanan, pemesanan kamar, atau aktivitas wisata pada hari yang sama. Penjualan aset merupakan keputusan pemilik dan berbeda dari pengumuman penutupan destinasi atau perubahan operasional hotel.

Laporan tersebut juga menempatkan fenomena ini dalam konteks mekanisme pasar. Satu hotel yang berpindah tangan atau ditawarkan kepada calon pembeli tidak dengan sendirinya mewakili seluruh usaha pariwisata di Bali. Penilaian kondisi industri perlu melihat gambaran yang lebih luas daripada daftar properti yang muncul di platform jual beli.

Dengan demikian, informasi yang berubah bagi pembaca hari itu bukan tarif, jadwal, atau jalur perjalanan, melainkan cara membaca kabar penjualan akomodasi: tawaran tersebut belum menjadi bukti tunggal bahwa bisnis pariwisata Bali sedang lesu.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Pariwisata

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.