Sekitar 4.515 Meter Kubik Sedimen Telah Dikeluarkan dari Waduk Muara Nusa Dua
BWS Bali Penida telah mengeluarkan sekitar 4.515 meter kubik sedimen dari Waduk Muara Nusa Dua. Pengerukan swakelola ditargetkan selesai pada November 2026.
Oleh Pandi Muktar
Editor: Mursyid Sonsang
· 2 menit baca
Denpasar — BWS Bali Penida telah mengeluarkan sekitar 4.515 meter kubik sedimen dari Waduk Muara Nusa Dua hingga 22 September 2026 melalui pengerukan swakelola.
Pengerukan dilakukan oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali Penida melalui Satuan Kerja Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Air Bali Penida. Sedimen hasil pengerukan dibawa ke lokasi pembuangan di Jalan Bypass Ngurah Rai.
Langkah ini menyasar sedimentasi di waduk yang menjadi bagian dari sistem pengendalian banjir dan penyediaan air baku. Waduk Muara Nusa Dua berkaitan dengan aliran Tukad Badung di Kota Denpasar serta pasokan air baku menuju instalasi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).
Pengerukan menjaga fungsi waduk bagi Denpasar dan Badung
Bagi warga di Denpasar, terutama kawasan yang terhubung dengan aliran Tukad Badung, pengerukan berarti kapasitas tampungan waduk diupayakan tetap tersedia saat aliran air meningkat. Bagi pelanggan air baku di kawasan layanan PDAM, pekerjaan ini juga berkaitan dengan kelancaran pasokan.
Waduk Muara Nusa Dua berada di Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, sementara pemberitaan BWS Bali Penida menyebut keterkaitannya dengan sistem air dan aliran di wilayah Denpasar. Sedimen yang dikeluarkan dari waduk tidak dibuang di lokasi pengerukan, melainkan dipindahkan ke Jalan Bypass Ngurah Rai.
Pekerjaan swakelola masih berlangsung. Laporan tersebut menargetkan pengerukan selesai pada November 2026, sehingga perubahan bagi pembaca hari ini adalah pekerjaan pengurangan sedimen masih berjalan dan belum memasuki tahap akhir.
Sumber
Baca berikutnya
Terbaru di Lingkungan

BMKG Prakirakan Bali Cerah Berawan pada 23 September
BMKG memprakirakan Bali cerah berawan pada 23 September 2026. Suhu rincian kabupaten/kota berada pada 15–31 °C, sementara perairan selatan berpotensi…
Berita utama hari ini

Baca juga




