Penjualan Ritel Bali Tumbuh 1,7 Persen pada Juli 2026
Indeks Penjualan Riil Bali naik 1,7 persen pada Juli 2026 dan diperkirakan bertambah 0,5 persen pada Agustus. Ekonomi Bali tumbuh 5,78 persen secara tahunan pada triwulan II.
Oleh Mukmin John
Editor: Mursyid Sonsang
· 1 menit baca
Denpasar — Bank Indonesia mencatat Indeks Penjualan Riil (IPR) Bali pada Juli 2026 meningkat 1,7 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Penjualan eceran diperkirakan kembali naik 0,5 persen pada Agustus 2026.
Kenaikan Juli terutama ditopang kategori sandang yang tumbuh 7,9 persen secara bulanan. Kategori makanan, minuman, dan tembakau meningkat 3,9 persen, sedangkan barang budaya dan rekreasi naik 3,5 persen.
Mengapa angka ritel ini penting bagi pembaca Bali
Perubahan IPR memberi gambaran tentang aktivitas belanja masyarakat dan wisatawan di Bali. Bagi pelaku usaha di kabupaten dan kota Bali, data ini menjadi konteks untuk membaca permintaan pada periode libur sekolah dan meningkatnya aktivitas pariwisata.
Data ekonomi yang dikutip dalam laporan lain menunjukkan perekonomian Bali pada triwulan II 2026 tumbuh 5,78 persen secara tahunan. Pertumbuhan itu berada di atas capaian triwulan sebelumnya sebesar 5,58 persen dan rata-rata nasional sebesar 5,29 persen.
Untuk pembaca di Denpasar, Badung, Gianyar, dan kabupaten lain, tidak ada perubahan tarif, jadwal, jalur, atau tenggat layanan publik yang diumumkan dalam laporan ini. Perubahan yang dapat dipantau hari itu adalah arah permintaan ritel: penjualan Juli menguat dan Agustus diperkirakan masih meningkat.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Lingkungan
Pemprov Bali Tetapkan Sampah sebagai Program Superprioritas
Pemprov Bali menetapkan persoalan sampah sebagai program superprioritas mendesak pada 25 September 2026. Pemilahan dari sumber menjadi dasar penangana…
Terbaru di Data Bali

Baca juga





