Penjualan Ritel Bali Menguat, Inflasi Agustus Capai 3,45 Persen
Bank Indonesia mencatat IPR Bali tumbuh 1,7 persen pada Juli 2026 dan memprakirakan kenaikan 0,5 persen pada Agustus. Inflasi Agustus mencapai 3,45 persen.
Oleh Mukmin John
Editor: Mursyid Sonsang
· 2 menit baca
Denpasar — Bank Indonesia mencatat Indeks Penjualan Riil (IPR) Bali pada Juli 2026 tumbuh 1,7 persen secara bulanan dan memprakirakan kenaikan 0,5 persen pada Agustus 2026.
Catatan tersebut menunjukkan penjualan eceran Bali masih berada pada level optimistis. Kenaikan Juli terutama ditopang kategori sandang sebesar 7,9 persen, makanan, minuman, dan tembakau sebesar 3,9 persen, serta barang budaya dan rekreasi sebesar 3,5 persen secara bulanan.
Pada Agustus 2026, IPR Bali diprakirakan berada pada level 129,2. Perkiraan kenaikan penjualan didukung permintaan terhadap bahan bakar kendaraan bermotor, barang budaya dan rekreasi, serta suku cadang dan aksesori.
Perubahan harga perlu dibaca bersama daya beli krama
Inflasi Bali naik dari 2,42 persen pada Juli menjadi 3,45 persen pada Agustus 2026 secara tahunan. Badan Pusat Statistik (BPS) Bali mencatat inflasi Agustus secara bulanan sebesar 0,61 persen, sedangkan inflasi tahun kalender sampai Agustus mencapai 2,16 persen.
Bagi pembaca di Denpasar dan kabupaten lain di Bali, angka ini memberi konteks saat mengatur belanja rumah tangga, kebutuhan usaha di banjar, serta pengeluaran yang berkaitan dengan aktivitas pariwisata. Kenaikan harga tahunan terutama berasal dari kelompok transportasi yang mengalami kenaikan 6,98 persen. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang terbesar inflasi dengan andil 1,16 persen.
Yang berubah bagi pembaca hari itu adalah patokan belanja: penjualan eceran diperkirakan naik 0,5 persen pada Agustus, sementara inflasi tahunan sudah berada di 3,45 persen. Pengeluaran transportasi dan kebutuhan konsumsi perlu diperhitungkan dengan angka tersebut.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Ekonomi
Kadin Bali Minta Evaluasi Perizinan OSS dan Batas Investasi Asing
Kadin Bali meminta evaluasi perizinan melalui OSS dan batas investasi asing sekitar Rp10 miliar. Usulan itu akan dibahas dalam Rapimnas Kadin setelah…
Terbaru di Data Bali

Berita utama hari ini

Baca juga




