Pasar Badung: pusat perdagangan tradisional terbesar di Denpasar
Pasar Badung adalah pasar tradisional terbesar di Denpasar yang menjadi simpul belanja harian, kebutuhan adat, dan kuliner. Setelah direvitalisasi pascakebakaran 2016, pasar ini kembali menampung sekitar 1600 pedagang.
Oleh Pandi Muktar
Editor: Mursyid Sonsang
· 3 menit baca
Pasar Badung adalah pasar tradisional terbesar di Denpasar yang menjadi pusat belanja kebutuhan harian, pakaian adat, dan kuliner di kawasan Jalan Gajah Mada–Jalan Sulawesi. Setelah dibangun kembali pascakebakaran 2016 dan diresmikan pada 22 Maret 2019, pasar ini kembali menjadi simpul perdagangan penting bagi warga kota dan pelaku usaha kecil.
Apa itu Pasar Badung?
Menurut Indonesia Travel, Pasar Badung merupakan pasar tradisional terbesar di Bali dan berada di pusat Kota Denpasar, di Jalan Sulawesi No. 1, Desa Dauh Puri, Kecamatan Denpasar Barat. RRI menulis pasar ini berada di kawasan heritage Gajah Mada dan menjadi salah satu pusat perdagangan utama di Denpasar.
Di area ini, pengunjung menemukan kebutuhan pokok, pakaian tradisional, perlengkapan upacara, dan produk lokal. Karena fungsi dagangnya lengkap, Pasar Badung kerap dipakai warga untuk belanja rumah tangga sekaligus kebutuhan adat.
Mengapa Pasar Badung penting bagi ekonomi Denpasar?
Dinas Pariwisata Kota Denpasar menyebut Pasar Badung sebagai pasar tradisional terbesar di Pulau Bali dan pusat perekonomian kota. Situs pariwisata Pemkot Denpasar juga menegaskan pasar ini menjadi ruang aktivitas ekonomi yang terkait dengan kawasan perdagangan di sekitarnya.
Bagi pedagang kecil, pasar seperti ini penting karena mempertemukan penjual dan pembeli secara langsung dalam volume transaksi harian. Untuk pembaca ekonomi, Pasar Badung menunjukkan bagaimana pasar tradisional tetap menopang perputaran barang kebutuhan sehari-hari di pusat kota.
Di mana letak Pasar Badung dan apa yang ada di sekitarnya?
Pasar Badung berada di Jalan Sulawesi, Dauh Puri Kangin, Denpasar Barat, dan bersebelahan dengan Pasar Kumbasari di seberang Tukad Badung, menurut RRI dan Dinas Pariwisata Denpasar. Indonesia Travel juga menyebut kawasan ini berada di pusat kota dan mudah dikenali sebagai pasar utama Denpasar.
Posisi di tengah kota membuat pasar ini terhubung dengan jalur perniagaan lama Denpasar. Karena itu, aktivitas di Pasar Badung tidak berdiri sendiri, melainkan terkait dengan arus dagang di Jalan Gajah Mada dan kawasan sekitar pasar seni Kumbasari.
Jam operasional Pasar Badung bagaimana?
Menurut Indonesia Travel, gedung utama lantai 1–4 buka pukul 08.00–17.00 WITA, kuliner malam pukul 15.30–23.00 WITA, dan area pelataran pasar pukul 15.30–06.00 WITA. Sumber yang sama juga menggambarkan Pasar Badung sebagai pasar yang hidup pada siang dan malam dengan pola aktivitas berbeda.
Dengan pola itu, Pasar Badung melayani dua jenis kebutuhan sekaligus: belanja harian pada jam dagang utama dan aktivitas kuliner pada sore hingga malam. Bagi pembeli lokal, pembagian jam ini membantu menentukan waktu kunjungan sesuai tujuan belanja.
Apa yang perlu diketahui soal sejarah dan perubahan pascarevitalisasi?
Situs pariwisata Denpasar menyebut Pasar Badung punya perjalanan sejarah panjang sebagai pusat perekonomian Kerajaan Badung, lalu dibuka kembali dan diresmikan Presiden Republik Indonesia pada 22 Maret 2019 setelah kebakaran 27 Februari 2016. Dalam video resminya, Pemkot Denpasar juga menyebut pasar ini menampung sekitar 1600 pedagang setelah dibuka kembali.
Riwayat itu penting karena menjelaskan mengapa Pasar Badung tidak hanya berfungsi sebagai tempat belanja, tetapi juga sebagai penyangga ekonomi pedagang yang terdampak peristiwa besar. Bagi Denpasar, keberadaan kembali pasar ini memulihkan salah satu simpul perdagangan tertua dan terbesar di kota.
- Pasar Badung adalah pasar tradisional terbesar di Denpasar dan Bali, menurut Indonesia Travel dan Pemkot Denpasar.
- Pasar ini dibuka kembali dan diresmikan pada 22 Maret 2019 setelah kebakaran 27 Februari 2016, menurut Pemkot Denpasar.
- Pemkot Denpasar menyebut Pasar Badung menampung sekitar 1600 pedagang setelah dibuka kembali.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Data Bali
Pemerintah Catat Penempatan 28.620 Manajer KDKMP
Data Simkopdes mencatat 28.620 manajer KDKMP telah ditempatkan. Sebanyak 65,14 persen masih berada di kabupaten atau kota asal dan 88,28 persen di pro…
Terbaru di Ekonomi

Baca juga





