Mengapa Gelombang Selatan Bali hingga 2,5 Meter Perlu Diwaspadai?
BMKG memprakirakan gelombang 0,50–2,5 meter di Perairan Selatan Bali pada 28–29 September 2026. Kondisi ini perlu diperhitungkan nelayan dan pengguna kapal ferry.
Oleh Pandi Muktar
Editor: Mursyid Sonsang
· 1 menit baca
Denpasar — BMKG memprakirakan gelombang laut hingga 2,5 meter di Perairan Selatan Pulau Bali pada Senin, 28 September 2026, sampai Selasa, 29 September 2026.
Prakiraan tersebut berlaku dalam rentang pemantauan dari pukul 08.00 WITA pada 28 September hingga pukul 08.00 WITA pada 29 September. Perairan Selatan Bali diperkirakan memiliki tinggi gelombang 0,50–2,5 meter, sedangkan Perairan Utara Bali berada pada kisaran 0,5–1,25 meter.
Gelombang Selatan Bali perlu diperhitungkan sebelum melaut
Informasi ini relevan bagi warga pesisir dan pelaku aktivitas laut di wilayah Bali, termasuk pengguna jalur pelabuhan Benoa, Sanur, dan Serangan. IDN Times mencatat ketiga pelabuhan tersebut mengalami prakiraan gelombang 1,25–2,5 meter pada pemantauan 28 September 2026.
BMKG menyebut kondisi gelombang dapat berisiko bagi kapal ferry ketika kecepatan angin mencapai 21 knot dan tinggi gelombang 2,5 meter. Bagi nelayan, risiko disebut muncul ketika kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang 1,25 meter.
Prakiraan ini tidak menetapkan penutupan pelabuhan atau perubahan jadwal penyeberangan. Pembaca yang hendak berangkat melalui pelabuhan di pesisir selatan Bali dapat memeriksa informasi cuaca dan kondisi operasional terbaru sebelum menuju lokasi.
Perairan Selatan Bali mencakup kawasan laut di sisi selatan Pulau Bali. Karena itu, angka prakiraan berlaku sebagai acuan kondisi perairan, bukan kepastian bahwa setiap titik pesisir mengalami gelombang dengan tinggi yang sama.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Kabupaten/Kota
BMKG Prakirakan Bali Cerah Berawan, Gelombang Selatan 3,0 Meter
BMKG memprakirakan Bali cerah berawan pada Selasa, 29 September 2026, dengan suhu 20-32 derajat Celcius. Gelombang selatan Bali berpotensi mencapai 3,…
Terbaru di Lingkungan

Baca juga





