Bali Aktual

Rabu, 23 September 2026

Ekonomi Bali Tumbuh 5,78 Persen, Apa Artinya bagi Daerah?

Ekonomi Bali tumbuh 5,78 persen pada triwulan II 2026. Data inflasi, kemiskinan, pekerjaan, perdagangan, dan keuangan pemerintah memberi gambaran yang lebih lengkap.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Pemandangan sawah terasering hijau luas dengan latar belakang pepohonan kelapa dan gunung.
Ilustrasi: Pemandangan sawah terasering hijau luas dengan latar belakang pepohonan kelapa dan gunung. · Foto: André Costa / Pexels

Pertumbuhan ekonomi Bali pada triwulan II 2026 mencapai 5,78 persen secara tahunan, menurut Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan, 2026. Angka ini berjalan bersama inflasi Juli 2026 sebesar 2,42 persen secara tahunan dan tingkat kemiskinan Maret 2026 sebesar 3,44 persen, sehingga gambaran ekonomi Bali perlu dibaca dari beberapa indikator.

Apa arti pertumbuhan ekonomi Bali 5,78 persen?

Pertumbuhan 5,78 persen menunjukkan kenaikan kinerja ekonomi Bali pada triwulan II 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan mencatat produk domestik regional bruto atas dasar harga berlaku sebesar Rp89,27 triliun dan atas dasar harga konstan sebesar Rp47,34 triliun pada periode tersebut.

Apakah pertumbuhan itu disertai stabilitas harga?

Menurut Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan, inflasi Bali pada Juli 2026 berada di 2,42 persen secara tahunan dan 1,54 persen secara tahun kalender. Kedua angka itu menggambarkan perubahan harga konsumen pada ukuran waktu yang berbeda: tahunan dibandingkan Juli tahun sebelumnya, sedangkan tahun kalender dibandingkan akhir tahun sebelumnya.

Bagaimana kondisi kemiskinan dan pekerjaan?

Tingkat kemiskinan Bali tercatat 3,44 persen pada Maret 2026, menurut Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan. Pada Mei 2026, tingkat partisipasi angkatan kerja mencapai 75,52 persen, sedangkan tingkat pengangguran terbuka berada di 1,52 persen.

Bagaimana kinerja perdagangan Bali?

Nilai ekspor kumulatif Bali mencapai US$128,33 juta dan impor US$85,27 juta pada periode yang dirangkum hingga Juli 2026, menurut Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan. Selisih pencatatan tersebut menghasilkan surplus perdagangan US$43,06 juta.

Apa kaitannya dengan keuangan pemerintah?

Realisasi pendapatan negara di Bali hingga 31 Juli 2026 mencapai Rp13,19 triliun atau 47,44 persen dari target. Pada periode yang sama, belanja negara terealisasi Rp12,26 triliun atau 55,67 persen dari pagu, menurut Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan.

Di tingkat regional, pelaksanaan APBN hingga Juli 2026 mencatat surplus Rp931,63 miliar. Laporan yang sama mencatat pelaksanaan APBD Provinsi Bali hingga Juli 2026 membukukan surplus anggaran Rp1,8 triliun dan sisa lebih perhitungan anggaran Rp3,75 triliun.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Terbaru di Data Bali

  2. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.