Berapa Cabang Olahraga dan Fasilitas Lapangan yang Tercatat di Bali?
Data resmi menunjukkan dua ukuran berbeda untuk membaca olahraga Bali: ketersediaan lapangan di tingkat desa atau kelurahan dan daftar cabang olahraga yang dinaungi KONI Bali.
Oleh Kevin Mikael Januar
· 2 menit baca
Lapangan olahraga di Bali dapat dipetakan melalui data desa atau kelurahan, bukan sekadar jumlah gedung olahraga. BPS menyediakan tabel khusus tentang ketersediaan lapangan olahraga berdasarkan Statistik Potensi Desa Bali 2018, sementara KONI Bali mencatat 34 cabang olahraga dalam daftar organisasinya yang diperbarui pada 2024.
Apa yang diukur dalam data lapangan olahraga?
BPS mengukur ketersediaan lapangan olahraga pada tingkat desa atau kelurahan. Tabel tersebut berjudul “Banyaknya Desa/Kelurahan Menurut Ketersediaan Lapangan Olahraga Berdasarkan Hasil Statistik Potensi Desa Provinsi Bali 2018”, sehingga unit yang dihitung adalah desa atau kelurahan, bukan jumlah atlet atau jumlah lapangan secara langsung.
Karena basis datanya adalah Statistik Potensi Desa 2018, angka di dalamnya menggambarkan pendataan pada 2018. Halaman tabel itu diterbitkan BPS pada 2025, tetapi tahun pengamatan tetap 2018.
Apakah data itu menunjukkan semua fasilitas olahraga Bali?
Tidak. Data BPS tersebut secara khusus membahas ketersediaan lapangan olahraga di desa atau kelurahan. Judul tabel tidak menyatakan bahwa seluruh stadion, gedung olahraga, arena khusus, atau fasilitas milik klub tercakup sebagai kategori terpisah.
Untuk gambaran statistik yang lebih luas, BPS juga menerbitkan Provinsi Bali Dalam Angka 2025. Publikasi itu dirilis pada 28 Februari 2025 dan menjadi rujukan statistik provinsi, tetapi hasil pencarian ini tidak memuat angka fasilitas olahraga dari publikasi tersebut.
Berapa banyak cabang olahraga yang dinaungi KONI Bali?
KONI Bali mencantumkan 34 cabang olahraga dalam halaman “Cabang Olahraga” yang diperbarui pada 19 November 2024. Daftar itu mencakup atletik, pencak silat, renang, sepak bola dan futsal, panahan, bulu tangkis, serta cabang lain.
Angka 34 tersebut adalah jumlah entri cabang olahraga pada daftar KONI Bali, bukan jumlah cabang yang memiliki lapangan di setiap desa atau kelurahan. Satu daftar organisasi olahraga dan satu tabel ketersediaan fasilitas mengukur hal yang berbeda.
Mengapa dua angka itu tidak bisa dibandingkan langsung?
Data BPS menghitung desa atau kelurahan berdasarkan ketersediaan lapangan pada 2018, sedangkan KONI Bali menyusun daftar cabang olahraga yang dibina organisasi pada 2024. Perbedaan unit, objek, dan tahun membuat keduanya tidak dapat dipakai untuk menghitung rasio fasilitas terhadap cabang olahraga.
Kesimpulannya, pertanyaan tentang sebaran fasilitas harus dijawab dengan tabel BPS, sedangkan pertanyaan tentang cakupan cabang olahraga prestasi dapat merujuk pada daftar KONI Bali. Keduanya memberi konteks berbeda untuk membaca olahraga di Bali.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Data Bali
IPM Bali 2025 Mencapai 80,53, Bagaimana Capaian Pendidikan Daerah?
IPM Bali mencapai 80,53 pada 2025 dan berada di peringkat kelima nasional. Data pendidikan menunjukkan perbedaan capaian antara indikator provinsi dan…
Terbaru di Olahraga

Berita utama hari ini

Baca juga





