Antrean Gilimanuk Mencapai 6,6 Kilometer Akibat Blokade Ketapang
Antrean kendaraan di Pelabuhan Gilimanuk mencapai 6,6 kilometer pada Sabtu malam, 26 September 2026. Kendaraan tertahan hingga Hutan Cekik, Kecamatan Melaya.
Oleh Arsyid Muhamad
Editor: Mursyid Sonsang
· 1 menit baca
Gilimanuk — Antrean kendaraan di Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, mencapai 6,6 kilometer pada Sabtu malam, 26 September 2026. Antrean memanjang dari pelabuhan hingga kawasan Hutan Cekik, Kecamatan Melaya.
Kondisi tersebut dilaporkan setelah aksi blokade pengemudi truk di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, menghambat arus penyeberangan dari Jawa menuju Bali. Pada sekitar pukul 21.20 WITA, kendaraan dari arah Pelabuhan Gilimanuk masih tertahan hingga kawasan Hutan Cekik.
Antrean Gilimanuk mengubah waktu tempuh penyeberangan
Bagi pembaca yang melintas melalui Jembrana, antrean ini berarti perjalanan menuju Pelabuhan Gilimanuk perlu diperhitungkan lebih panjang pada hari itu. Jalur antrean mencakup kawasan pelabuhan sampai Hutan Cekik di Kecamatan Melaya, sehingga kendaraan yang menuju Bali atau hendak menyeberang perlu mengikuti arahan petugas di lapangan.
Gilimanuk merupakan salah satu pintu utama lalu lintas darat Bali–Jawa. Ketika arus dari Pelabuhan Ketapang tersendat, kendaraan yang menunggu penyeberangan dapat menumpuk di sisi Gilimanuk. Laporan lapangan menyebut pergerakan kendaraan masih tertahan saat antrean mencapai kawasan Hutan Cekik.
Informasi yang tersedia tidak menyebut perubahan tarif atau jadwal resmi penyeberangan. Pembaca yang berkendara melalui Kecamatan Melaya pada Sabtu malam itu perlu mengantisipasi antrean sepanjang 6,6 kilometer dan mengikuti pengaturan lalu lintas setempat.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Lingkungan
Gempa Jembrana Bali: arti data BMKG, risiko, dan yang perlu dicermati
Gempa di Jembrana Bali kerap dicatat BMKG dengan magnitudo kecil sampai menengah dan sebagian besar tidak berpotensi tsunami. Warga perlu melihat magn…
Terbaru di Kabupaten/Kota
Berita utama hari ini

Baca juga





