Bali Aktual

Minggu, 27 September 2026

Antrean Gilimanuk Capai 4,8 Kilometer, Sampah Ganggu Warga

Antrean kendaraan menuju Pelabuhan Gilimanuk mencapai 4,8 kilometer pada Minggu siang. Warga menghadapi sampah, debu, gangguan sanitasi, dan kerusakan fasilitas akibat kendaraan masuk permukiman.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Foto arsip: Kota Pelabuhan Gilimanuk, Provinsi Bali di lihat dari udara.
Foto arsip: Kota Pelabuhan Gilimanuk, Provinsi Bali di lihat dari udara. · Foto: Andra / Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0

Gilimanuk — Antrean kendaraan menuju Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, mencapai 4,8 kilometer pada Minggu siang, 27 September 2026. Pantauan sekitar pukul 13.20 WITA menunjukkan ekor antrean berada di kawasan hutan Cekik, sekitar 4,8 kilometer dari pintu masuk pelabuhan.

Kepadatan kendaraan berdampak langsung pada warga di sekitar jalur antrean. Kendaraan besar yang masuk ke gang permukiman untuk menerobos antrean dilaporkan menyebabkan kabel rusak dan genteng lepas. Warga juga mengeluhkan sampah yang berserakan, debu, serta kesulitan beraktivitas.

Selain sampah, sebagian pengemudi disebut buang air besar sembarangan di pinggir jalan. Kondisi tersebut memperburuk gangguan sanitasi di sekitar jalur antrean dan permukiman warga Gilimanuk.

Antrean Gilimanuk mengubah akses warga Jembrana hari itu

Bagi pembaca yang melintas di Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, dampak antrean tidak hanya berupa waktu tempuh yang lebih panjang. Akses gang dan jalan permukiman dapat ikut dilalui kendaraan besar, sementara aktivitas warga terganggu oleh debu, sampah, dan penggunaan ruang publik sebagai tempat buang hajat.

Antrean terjadi setelah aksi penyampaian aspirasi pengemudi truk di Pelabuhan Ketapang pada Sabtu siang, 26 September 2026. Antrean dari arah Pelabuhan Gilimanuk sempat mencapai 6,6 kilometer hingga kawasan Hutan Cekik pada Minggu dini hari, sebelum terpantau sekitar 4,8 kilometer pada siang hari.

RRI melaporkan antrean di Gilimanuk mencapai 3,5 kilometer pada Minggu pagi setelah akses masuk Pelabuhan Ketapang ditutup. Hingga pukul 09.15 WITA, ekor antrean dari arah Denpasar menjangkau kawasan Monumen Lintas Laut Gilimanuk. Kepolisian menyatakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di area pelabuhan tetap terkendali.

Balipost juga melaporkan ekor antrean pada Minggu siang melewati pertigaan Cekik menuju kawasan hutan di Monumen Lintas Laut Gilimanuk, sekitar 3,5 kilometer. Polres Jembrana memperketat penjagaan dengan menyiagakan personel Satuan Lalu Lintas dan Satuan Samapta di sejumlah titik rawan.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Lingkungan

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.