Antrean Gilimanuk Capai 4,8 Kilometer, Sampah Ganggu Warga
Antrean kendaraan menuju Pelabuhan Gilimanuk mencapai 4,8 kilometer pada Minggu siang. Warga menghadapi sampah, debu, gangguan sanitasi, dan kerusakan fasilitas akibat kendaraan masuk permukiman.
Oleh Pandi Muktar
Editor: Mursyid Sonsang
· 2 menit baca
Gilimanuk — Antrean kendaraan menuju Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, mencapai 4,8 kilometer pada Minggu siang, 27 September 2026. Pantauan sekitar pukul 13.20 WITA menunjukkan ekor antrean berada di kawasan hutan Cekik, sekitar 4,8 kilometer dari pintu masuk pelabuhan.
Kepadatan kendaraan berdampak langsung pada warga di sekitar jalur antrean. Kendaraan besar yang masuk ke gang permukiman untuk menerobos antrean dilaporkan menyebabkan kabel rusak dan genteng lepas. Warga juga mengeluhkan sampah yang berserakan, debu, serta kesulitan beraktivitas.
Selain sampah, sebagian pengemudi disebut buang air besar sembarangan di pinggir jalan. Kondisi tersebut memperburuk gangguan sanitasi di sekitar jalur antrean dan permukiman warga Gilimanuk.
Antrean Gilimanuk mengubah akses warga Jembrana hari itu
Bagi pembaca yang melintas di Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, dampak antrean tidak hanya berupa waktu tempuh yang lebih panjang. Akses gang dan jalan permukiman dapat ikut dilalui kendaraan besar, sementara aktivitas warga terganggu oleh debu, sampah, dan penggunaan ruang publik sebagai tempat buang hajat.
Antrean terjadi setelah aksi penyampaian aspirasi pengemudi truk di Pelabuhan Ketapang pada Sabtu siang, 26 September 2026. Antrean dari arah Pelabuhan Gilimanuk sempat mencapai 6,6 kilometer hingga kawasan Hutan Cekik pada Minggu dini hari, sebelum terpantau sekitar 4,8 kilometer pada siang hari.
RRI melaporkan antrean di Gilimanuk mencapai 3,5 kilometer pada Minggu pagi setelah akses masuk Pelabuhan Ketapang ditutup. Hingga pukul 09.15 WITA, ekor antrean dari arah Denpasar menjangkau kawasan Monumen Lintas Laut Gilimanuk. Kepolisian menyatakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di area pelabuhan tetap terkendali.
Balipost juga melaporkan ekor antrean pada Minggu siang melewati pertigaan Cekik menuju kawasan hutan di Monumen Lintas Laut Gilimanuk, sekitar 3,5 kilometer. Polres Jembrana memperketat penjagaan dengan menyiagakan personel Satuan Lalu Lintas dan Satuan Samapta di sejumlah titik rawan.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Berita Bali
Penguatan Dermaga 2 Gilimanuk Ditargetkan Rampung Akhir Desember
ASDP melanjutkan penguatan Dermaga 2 Pelabuhan Gilimanuk. Pembongkaran struktur ditargetkan selesai akhir September, sedangkan proyek keseluruhan dita…
Terbaru di Lingkungan

Berita utama hari ini

Baca juga





