Bali Aktual

Selasa, 6 Oktober 2026

PHRI Badung Tegaskan Layanan Setara bagi Semua Wisatawan

PHRI Kabupaten Badung meminta usaha pariwisata melayani wisatawan domestik dan mancanegara tanpa membedakan asal, dengan SOP, keramahan, kebersihan, fasilitas, dan kejujuran.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Resepsionis berdiri di balik meja lobi hotel berinterior kayu klasik dengan karpet bermotif.
Ilustrasi: Resepsionis berdiri di balik meja lobi hotel berinterior kayu klasik dengan karpet bermotif. · Foto: Quang Nguyen Vinh / Pexels

Badung — Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Badung menegaskan wisatawan domestik dan mancanegara harus menerima pelayanan yang sama pada Senin, 05 Oktober 2026.

Ketua PHRI Kabupaten Badung, I Gusti Agung Ngurah Rai Suryawijaya, menyampaikan bahwa asal wisatawan tidak boleh menjadi dasar pembedaan layanan. Menurutnya, wisatawan domestik maupun mancanegara sama-sama konsumen yang membayar jasa dan berhak memperoleh pelayanan sesuai standar.

Standar itu mencakup keramahan, kebersihan, fasilitas yang memadai, serta kejujuran dalam memberikan jasa. PHRI Badung juga menilai setiap usaha di sektor pariwisata dan jasa perlu memiliki serta menjalankan standar operasional prosedur (SOP) pelayanan yang jelas.

Kesetaraan layanan menentukan pengalaman wisatawan di Badung

Bagi pembaca di Kabupaten Badung, termasuk kawasan Kuta dan kecamatan lain, arahan ini menjadi acuan bagi hotel, restoran, vila, dan usaha pariwisata lain saat melayani tamu. Wisatawan domestik tidak boleh diremehkan karena mereka juga membayar dan berhak memperoleh produk, hospitality, serta fasilitas yang baik.

PHRI Badung menyebut standar pelayanan perlu disesuaikan dengan kelas hotel atau produk yang ditawarkan. Bila ditemukan praktik diskriminasi oleh staf, manajemen diminta mengambil tindakan dan memberikan teguran.

Pernyataan tersebut disampaikan setelah dugaan perlakuan diskriminatif terhadap wisatawan lokal mencuat di media sosial. PHRI Badung menilai kejadian itu perlu menjadi bahan evaluasi bagi manajemen usaha pariwisata agar tidak terulang dan tidak memengaruhi citra Bali sebagai destinasi wisata.

Ketentuan yang dapat dipakai pembaca hari ini adalah memastikan layanan yang diterima sesuai produk yang dibayar, tanpa pembedaan berdasarkan asal wisatawan. Tidak ada perubahan tarif, jadwal, atau jalur perjalanan yang diumumkan dalam laporan ini.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Pariwisata

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.