Bali Aktual

Jumat, 9 Oktober 2026

Pameran Kawan Nusantara Angkat Evolusi Subeng Bali di Sanur

Pameran Kawan Nusantara 2026 bertajuk EVOLUSI di The Meru Sanur mengangkat subeng sebagai gambaran perubahan warisan budaya Bali dari konteks spiritual menuju desain kontemporer.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Sepasang anting emas berukir dengan batu permata tergeletak di atas permukaan kayu.
Ilustrasi: Sepasang anting emas berukir dengan batu permata tergeletak di atas permukaan kayu. · Foto: viresh studio / Pexels

Denpasar — TULOLA bersama Bank Central Asia (BCA), The Meru Sanur, dan Bali Beach Hotel menggelar Pameran Kawan Nusantara 2026 bertajuk “EVOLUSI” di Tirtasada Lobby, The Meru Sanur, Denpasar, pada Rabu, 7 Oktober 2026. Pameran ini menempatkan subeng, ornamen telinga tradisional Bali, sebagai cara membaca perubahan warisan budaya dari konteks spiritual menuju bentuk kontemporer.

Instalasi artistik EVOLUSI dibagi menjadi empat tahap: Persembahan, Ekspresi, Nilai, dan Transformasi. Tahap Persembahan mengaitkan subeng dengan motif arsitektur padma pada bangunan persembahan Bali. Tahap Ekspresi menampilkan motif bunga lotus dan tanaman rambat sebagai gambaran ruang ekspresi estetik. Tahap Nilai menggambarkan masuknya subeng ke ruang sosial dan ekonomi melalui motif keranjang dan bunga lili. Tahap Transformasi menerjemahkan perubahan itu ke bentuk kontemporer dengan elemen tipografi bertuliskan “EVOLUSI”.

Kawan Nusantara Bali 2026 juga menghadirkan koleksi Artwear “EVOLUSI” yang terdiri atas 48 karya, meliputi anting, subeng, bros, sirkam, kalung, dan gelang. Rangkaian ini digelar dalam perayaan Hari Batik Nasional dan melibatkan kolaborasi dengan perajin lokal serta jenama kreatif.

Subeng menjadi cara membaca perubahan warisan Bali

Bagi pembaca di Denpasar dan wilayah Sanur, pameran ini memberi konteks bahwa warisan budaya tidak hanya hadir sebagai benda yang dipertahankan dalam bentuk lama. Subeng diperlihatkan sebagai benda yang berubah fungsi, bentuk, material, dan pendekatan desain, tetapi tetap membawa hubungan dengan nilai leluhur. Cara pandang ini relevan bagi krama, perajin, pelaku seni, dan pengunjung yang ingin memahami bagaimana tradisi dapat diteruskan tanpa dipisahkan dari kehidupan masa kini.

The Meru Sanur berada di kawasan Sanur, Kota Denpasar. Laporan yang tersedia menyebut acara berlangsung pada 7 Oktober 2026, namun tidak menyatakan tarif masuk, jam kunjungan, atau tenggat pameran. Pembaca perlu memeriksa informasi penyelenggara sebelum datang karena detail layanan harian tersebut tidak tercantum dalam laporan.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Budaya

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.