Bali Aktual

Minggu, 27 September 2026

Lubang Eks Galian C Gunaksa Meluas untuk Sampah Organik

Eks galian C Gunaksa, Kecamatan Dawan, Klungkung, kini memiliki empat lubang penimbunan sampah organik. Puluhan truk dari Denpasar datang setiap hari.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Pemandangan udara area tambang galian terbuka dengan tumpukan pasir dan alat berat.
Ilustrasi: Pemandangan udara area tambang galian terbuka dengan tumpukan pasir dan alat berat. · Foto: Volker Braun / Pexels

Gunaksa — Eks galian C di Desa Gunaksa, Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung, menjadi lokasi penimbunan sampah organik dari Denpasar pada Sabtu, 26 September 2026. Laporan terbaru menyebut area pembuangan itu semakin meluas dan lubang baru kembali digali.

Di lokasi, puluhan truk datang setiap hari membawa sampah organik yang sudah dicacah. Material tersebut diturunkan dengan ekskavator, ditempatkan di sisa lubang, lalu diratakan. Sekitar pukul 12.00 WITA, dua truk pengangkut sampah organik tiba di area tersebut.

Perkembangan baru yang dilaporkan pada 26 September 2026 adalah bertambahnya lubang di kawasan itu. Dari dua lubang sekitar Mei, kini terdapat empat lubang. Dua lubang telah kembali rata dan disebut diperkirakan menjadi lahan yang subur serta siap ditanami.

Perluasan lubang mengubah pengawasan sampah di Klungkung

Bagi pembaca di Bali, perubahan ini penting karena pengiriman bahan kompos dari Kota Denpasar berlangsung ke wilayah Kabupaten Klungkung. Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (DLHP) Klungkung I Dewa Komang Aswin mengatakan pihaknya belum menerima keterangan resmi dari Pemerintah Provinsi Bali mengenai kapasitas total maupun batas waktu perluasan area pembuangan.

DLHP Klungkung tetap melakukan pengawasan dan pemantauan. Pemerintah daerah juga memastikan material yang datang dari Denpasar merupakan sampah organik yang sudah dicacah. Menurut keterangan yang dikutip dalam laporan, kedatangan puluhan truk itu belum menimbulkan gejolak di masyarakat sekitar.

Seorang sopir truk yang tidak disebutkan namanya menyampaikan bahwa pengiriman dilakukan rutin hingga empat kali dalam sepekan. Di pintu masuk area, petugas berjaga untuk menghitung truk yang masuk.

Aswin menyatakan pihaknya akan turun kembali untuk memastikan sejauh mana operasional berjalan dan perluasan area penimbunan yang direncanakan. Bagi warga, informasi yang berubah hari itu adalah lokasi penimbunan tetap beroperasi, lubang bertambah dari dua menjadi empat, dan pemantauan oleh DLHP Klungkung berlanjut.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Hukum & Kriminal

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.