Bali Aktual

Senin, 28 September 2026

Inflasi Bali 2025: Mengapa Mencapai 2,91 Persen?

Inflasi Bali pada triwulan IV 2025 mencapai 2,91 persen secara tahunan. Bank Indonesia menyebut tekanan terbesar berasal dari kelompok makanan dan memperkirakan inflasi 2026 tetap dalam sasaran.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Tangan pembeli sedang memilih cabai merah segar di dalam keranjang di pasar.
Ilustrasi: Tangan pembeli sedang memilih cabai merah segar di dalam keranjang di pasar. · Foto: Surya Travel / Pexels

Inflasi Bali pada triwulan IV 2025 mencapai 2,91 persen secara tahunan, masih berada dalam sasaran 2,5±1 persen. Tekanan harga terutama datang dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau, sedangkan Bank Indonesia memperkirakan inflasi Bali pada 2026 tetap berada dalam sasaran yang sama.

Berapa inflasi Bali yang menjadi acuan?

Menurut Bank Indonesia dalam Laporan Perekonomian Provinsi Bali Februari 2026, inflasi Indeks Harga Konsumen Bali pada triwulan IV 2025 sebesar 2,91 persen secara tahunan. Angka ini lebih tinggi daripada inflasi triwulan III 2025 yang sebesar 2,51 persen secara tahunan.

Inflasi tahunan mengukur perubahan harga dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Karena itu, angka tersebut menggambarkan tekanan harga di Bali selama triwulan IV 2025, bukan perubahan harga dalam satu hari.

Apa penyebab utama kenaikan harga?

Bank Indonesia mencatat peningkatan inflasi pada triwulan IV 2025 didorong oleh kenaikan permintaan saat Hari Raya Galungan-Kuningan serta periode libur Natal dan Tahun Baru. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang inflasi tertinggi.

Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya serta kelompok kesehatan juga disebut sebagai penyumbang inflasi Bali pada periode tersebut, menurut Bank Indonesia, 2026.

Apakah inflasi Bali masih terkendali?

Menurut Bank Indonesia, inflasi Bali pada triwulan IV 2025 masih berada dalam sasaran inflasi 2,5±1 persen. Sasaran itu berarti rentang 1,5 persen sampai 3,5 persen, sehingga angka 2,91 persen masih berada di dalam rentang tersebut.

Bank Indonesia memperkirakan inflasi Bali pada triwulan I 2026 melandai dibandingkan realisasi triwulan IV 2025. Lembaga itu juga memprakirakan inflasi Bali sepanjang 2026 tetap berada dalam rentang sasaran 2,5±1 persen.

Bagaimana posisi Denpasar dan Badung?

Secara spasial, Kota Denpasar mencatat inflasi tahunan paling tinggi di Bali pada triwulan IV 2025, sedangkan Kabupaten Badung mencatat inflasi tahunan paling rendah. Bank Indonesia tidak menyamakan perbedaan itu dengan kondisi seluruh kabupaten dan kota, karena pengukuran inflasi daerah mengikuti wilayah yang menjadi cakupan statistiknya.

Mengapa angka ini penting bagi kebijakan Bali?

Perubahan inflasi menjadi dasar pemantauan harga dan koordinasi pengendalian inflasi daerah. Bank Indonesia menyebut langkah strategis Tim Pengendalian Inflasi Daerah di tingkat provinsi serta kabupaten dan kota mendukung terjaganya inflasi Bali dalam sasaran.

Data BPS juga menjadi rujukan statistik harga konsumen. Dalam publikasi Provinsi Bali Dalam Angka 2025, BPS menyediakan kompilasi indikator sosial dan ekonomi Bali untuk membaca kondisi daerah secara lebih luas.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Ekonomi

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.