Ekonomi Bali 2026: Pertumbuhan, Inflasi, dan Peran UMKM
Ekonomi Bali tumbuh 5,78 persen pada triwulan II 2026. Inflasi 3,27 persen dan pangsa kredit UMKM 41,69 persen menunjukkan pertumbuhan perlu dibaca bersama harga, pembiayaan, dan pekerjaan.
Oleh Pandi Muktar
Editor: Mursyid Sonsang
· 2 menit baca
Ekonomi Bali tumbuh 5,78 persen pada triwulan II 2026, tetapi angka pertumbuhan itu belum berarti semua sektor bergerak dengan kecepatan sama. Bank Indonesia mencatat inflasi 3,27 persen dan pangsa kredit UMKM 41,69 persen pada periode yang sama, sehingga pertumbuhan, harga, dan akses pembiayaan perlu dibaca bersama.
Seberapa kuat pertumbuhan ekonomi Bali?
Menurut Bank Indonesia, ekonomi Bali tumbuh 5,78 persen secara tahunan pada triwulan II 2026. Angka itu meningkat dari 5,58 persen pada triwulan I 2026 dan berada di atas pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,29 persen, menurut Bank Indonesia, 2026.
Untuk gambaran tahunan, ekonomi Bali tumbuh 5,82 persen pada 2025, naik dari 5,48 persen pada 2024, menurut Bank Indonesia, 2026. Pemerintah Provinsi Bali juga menyebut pertumbuhan 2025 sebesar 5,82 persen, dengan pembanding nasional 5,11 persen, menurut Pemerintah Provinsi Bali, 2026.
Apa arti angka pertumbuhan itu bagi struktur ekonomi?
Struktur ekonomi Bali masih ditopang akomodasi dan makan minum, perdagangan, transportasi, konstruksi, serta industri pengolahan, menurut Pemerintah Provinsi Bali, 2026. Karena itu, angka pertumbuhan provinsi merupakan gabungan kinerja berbagai lapangan usaha, bukan ukuran langsung pendapatan setiap rumah tangga atau usaha.
Bank Indonesia memproyeksikan ekonomi Bali pada 2026 tumbuh dalam rentang 5,4–5,9 persen secara tahunan. Proyeksi itu ditopang pertanian, konstruksi, perdagangan, akomodasi dan makan minum, serta transportasi dan pergudangan, menurut Bank Indonesia, 2026.
Apakah kenaikan harga masih terkendali?
Inflasi indeks harga konsumen Bali mencapai 3,27 persen secara tahunan pada triwulan II 2026, naik dari 2,81 persen pada triwulan I 2026, menurut Bank Indonesia, 2026. Bank Indonesia menilai angka itu masih berada dalam sasaran inflasi 2,5±1 persen.
Artinya, pertumbuhan ekonomi berjalan bersamaan dengan kenaikan harga barang dan jasa. Ukuran inflasi tersebut berlaku untuk perubahan indeks harga konsumen, bukan kenaikan harga setiap barang di seluruh kabupaten dan kota Bali.
Bagaimana posisi UMKM dalam ekonomi Bali?
Pangsa kredit UMKM mencapai 41,69 persen dari total kredit di Bali pada triwulan II 2026, sedangkan penyaluran kredit UMKM tumbuh 6,11 persen secara tahunan, menurut Bank Indonesia, 2026. Pertumbuhan kredit terutama ditopang akomodasi dan makan minum, industri pengolahan, serta pertanian.
Kredit UMKM sektor perdagangan masih mengalami kontraksi dan menahan pertumbuhan kredit UMKM secara keseluruhan, menurut Bank Indonesia, 2026. Data ini menunjukkan akses pembiayaan UMKM tetap besar, tetapi pergerakannya berbeda menurut sektor usaha.
Apa indikator ketenagakerjaan yang perlu dibaca?
Tingkat Pengangguran Terbuka Bali pada November 2025 tercatat 1,45 persen, menurut Pemerintah Provinsi Bali, 2026. Indikator tersebut mengukur proporsi angkatan kerja yang menganggur, bukan jumlah seluruh penduduk yang tidak bekerja.
Pada September 2025, tingkat kemiskinan Bali tercatat 3,42 persen dan jumlah penduduk miskin 160,09 ribu orang, menurut Pemerintah Provinsi Bali, 2026. Kedua indikator itu membantu menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi perlu dibaca bersama kondisi pekerjaan dan kesejahteraan.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Ekonomi
Sensus Ekonomi Bali Mencatat 1,397 Juta Responden
BPS Bali mencatat sekitar 1,397 juta responden dalam Sensus Ekonomi 2026. Buleleng memiliki jumlah responden terbanyak, sedangkan pelaku usaha terkons…
Terbaru di Ekonomi

Berita utama hari ini

Baca juga





