Bali Aktual

Selasa, 22 September 2026

Art & Bali 2026 di Nuanu Tabanan Catat 10 Ribu Pengunjung

Pameran Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan, digelar 11–13 September 2026 dengan menghadirkan 23 galeri dan ruang seni serta lebih dari 300 seniman.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· Peristiwa: · 3 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi. Gambar dibuat dengan kecerdasan buatan, bukan foto peristiwa.
Ilustrasi. Gambar dibuat dengan kecerdasan buatan, bukan foto peristiwa. · Foto: Ilustrasi AI

Tabanan — Pameran Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Kabupaten Tabanan, berlangsung selama tiga hari pada 11–13 September 2026 dan menghadirkan 23 galeri serta ruang seni dengan keterlibatan lebih dari 300 seniman dari Indonesia dan sejumlah negara lain.

Menurut laporan Radio Republik Indonesia, penyelenggaraan edisi kedua ini mencatat sekitar 10 ribu pengunjung selama tiga hari dengan penjualan hampir 300 karya dari 23 peserta pameran.

Jejaring galeri, seniman, dan kolektor

Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif menyebut Art & Bali 2026 sebagai ruang untuk memperluas akses pelaku kreatif Indonesia ke jejaring internasional.

Menurut siaran resmi kementerian, pameran ini dimanfaatkan untuk mempertemukan kreator dengan pasar, jejaring, dan perspektif global, sekaligus memperkuat daya saing talenta dan kekayaan intelektual Indonesia.

RRI melaporkan bahwa kolektor yang hadir tidak hanya berasal dari Indonesia, tetapi juga dari Singapura, Malaysia, Australia, Korea, dan India.

Media JBM dan Pikiran Rakyat Bali menuliskan bahwa pameran berlangsung di kawasan Nuanu Creative City seluas sekitar 44 hektare di Beraban, Kediri, Tabanan, dengan format ekshibisi yang tersebar di ruang terbuka, instalasi, pertunjukan, dan forum wacana publik.

Vroom & Varossieau menggambarkan Art & Bali 2026 sebagai boutique international art fair yang menghadirkan 23 galeri dan exhibitor serta lebih dari 300 seniman dan 26 desainer, artis, dan studio.

Peserta dan karya

RRI mencatat partisipasi G13 Gallery dari Kuala Lumpur sebagai satu-satunya galeri Malaysia yang ikut serta pada edisi 2026.

Laporan tersebut juga menyebut keikutsertaan Sangkring Art Space dari Yogyakarta yang memanfaatkan Art & Bali untuk membaca pasar Bali dan menjangkau kolektor baru.

Dalam laporan yang sama, seorang kolektor berbasis di Bali, Tatiana Azarkh, dikisahkan membeli sembilan karya dari Tonyraka, G13, dan Agung Rai Fine Art Gallery, tanpa disebutkan nilai transaksi maupun harga tiap karya.

Program publik dan Nuanu Future Talks

Selain pameran utama, rangkaian Art & Bali 2026 menghadirkan program Nuanu Future Talks: Fashion & Art pada hari pembukaan, Jumat, 11 September 2026, di Labyrinth Dome Nuanu Creative City.

JBM dan Dewi Magazine melaporkan bahwa lebih dari 20 tokoh seni, mode, budaya, dan industri kreatif terlibat dalam enam sesi diskusi yang membahas kepemilikan budaya, batas antara seni dan mode, kriya dan material, teknologi, serta masa depan budaya kreatif di Asia.

Sesi bertajuk Where Are Next Creative Capitals? menampilkan Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar, Budiman Ong, dan CEO Nuanu Creative City Lev Kroll, dengan Founding Director Art & Bali Kelsang Dolma sebagai moderator.

Program lain mengundang pembicara seperti Svida Alisjahbana, Sanjay Garg, Toton Januar, Wiyu Wahono, Bandana Tewari, Marlowe Bandem, dan sejumlah pelaku kreatif lain yang dibagi ke dalam panel tentang hubungan fesyen dan seni, kepemilikan budaya, material dan kriya, serta ekosistem kota kreatif.

Peran pemerintah dan konteks ekosistem

Menurut Kementerian Ekonomi Kreatif, Art & Bali 2026 dipandang sebagai momentum untuk memperkuat visibilitas karya nasional sekaligus menciptakan nilai ekonomi baru bagi sektor seni, desain, fesyen, dan kriya.

Siaran resmi kementerian menyebut forum lintas disiplin seperti Art & Bali penting untuk mempertemukan seniman, kolektif, organisasi pendukung, audiens, mitra, dan pembeli dalam satu ekosistem.

Vroom & Varossieau mencatat bahwa Art & Bali 2026 merupakan edisi kedua, setelah penyelenggaraan perdana yang pada 2025 disebut menyambut lebih dari 10 ribu pengunjung.

Pameran lanjutan

Situs resmi Art & Bali menuliskan bahwa tiket pameran mencakup akses ke pameran utama dengan 23 galeri, program What The Body Remembers, instalasi di kawasan Nuanu Creative City, dan program publik.

Program What The Body Remembers dikurasi oleh Bandana Tewari dan mempertemukan 26 seniman, desainer, dan studio dari Indonesia dan India dengan fokus pada seni kontemporer, fesyen, tekstil, dan kriya.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Pariwisata

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.