Bali Aktual

Selasa, 29 September 2026

Apakah Bali Kekurangan Air? Ini Cara Membaca Data Hujan dan Air Tanah

Ketersediaan air tanah Bali pada Mei 2025 secara umum berada dalam kategori cukup, tetapi curah hujan berbeda antarwilayah dan waktu. Data BMKG menunjukkan pentingnya membaca kondisi air berdasarkan zona musim.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Tampilan dari atas tanaman hijau mengelilingi tanah yang basah dan gelap.
Ilustrasi: Tampilan dari atas tanaman hijau mengelilingi tanah yang basah dan gelap. · Foto: Stanislav Kondratiev / Pexels

Curah hujan Bali tidak seragam, sehingga jawaban atas pertanyaan apakah Bali sedang kekurangan air harus melihat wilayah dan periode pengamatan. Buletin BMKG menunjukkan kondisi air tanah Bali pada Mei 2025 umumnya cukup, sementara analisis lain mencatat sebagian wilayah mengalami hujan di bawah normal.

Apakah ketersediaan air tanah Bali cukup?

Menurut Buletin Informasi Cuaca, Iklim, dan Gempabumi Provinsi Bali dari BMKG, ketersediaan air tanah Bali pada Mei 2025 secara umum berada dalam kategori cukup. BMKG menjelaskan kondisi itu berkaitan dengan curah hujan yang lebih besar daripada evapotranspirasi, sehingga kadar air pada kedalaman jelajah akar tanaman lebih dari 60 persen.

Apakah semua wilayah Bali mengalami kondisi yang sama?

Tidak. BMKG membagi analisis hujan berdasarkan zona musim dan wilayah, sehingga satu angka tingkat provinsi tidak berarti setiap kecamatan memiliki kondisi identik. Buletin BMKG untuk Juni 2025 mencatat sebagian besar kecamatan Bali berada dalam kategori sifat hujan atas normal, tetapi Buleleng dan Bangli juga tercatat memiliki wilayah dengan sifat hujan normal, sedangkan Buleleng dan Karangasem memiliki wilayah dengan sifat hujan bawah normal.

Berapa besar variasi curah hujan di Bali?

Buletin Iklim Bali BMKG mencatat curah hujan September 2025 berada pada rentang 0,0–806,5 milimeter per bulan. Curah hujan tertinggi pada bulan itu mencapai 806,5 milimeter per bulan dan terjadi selama 16 hari hujan, menurut BMKG.

Bagaimana membaca angka hujan dan air tanah?

Curah hujan mengukur air yang jatuh dalam periode tertentu, sedangkan ketersediaan air tanah menggambarkan kondisi air dalam tanah yang dapat mendukung vegetasi. Karena itu, hujan tinggi pada satu bulan tidak otomatis berarti seluruh Bali bebas dari kekurangan air; BMKG juga membandingkannya dengan evapotranspirasi, normal klimatologis, zona musim, dan periode pengamatan.

Mengapa data per wilayah penting?

Badan Pusat Statistik Provinsi Bali menempatkan lingkungan sebagai kelompok statistik tersendiri, termasuk data sumber daya alam dan kondisi lingkungan. Penggunaan data statistik bersama pemantauan BMKG membantu membedakan kondisi provinsi dari keadaan kabupaten atau kecamatan tertentu.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Lingkungan

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.